Blog EntryNurani dan LogikaMar 1, '08 7:00 PM
for everyone
Rangkaikan titik demi titik di atas kertas ini. Rangkaian itu kini menjadi garis. Susun ulang garis tersebut menjadi suatu bentuk kurva yang lebih teratur. Kurva-kurva tersebut adalah setiap fragmen kenangan dalam hidup.

Membangun kembali kenangan masa lalu memberikan sensasi yang berbeda-beda. Satu bagian cerita hidup terkadang meminta dirinya untuk tidak dibangun kembali. Tidak. Jangan sekali-sekali lagi mencobanya. Terkubur ia dalam-dalam di palung hati. Sementara bagian lainnya seperti tak tertahankan untuk dapat dihidupkan kembali.

Kuberada di persimpangan pilihan.

Kenangan ini meronta, menjerit, memanggilku untuk dapat kembali dibawa masuk ke dalam kehidupan. Sementara diri ini menolaknya.

Perang! Hati dan pikiran tidak lagi menyatu. Duel klasik antara Nurani dan Logika tak dapat terhindarkan.

Di satu saat, pernah Nurani berada di ambang kemenangan. Logika semakin terpojok dengan manuver-manuver tak terduga dan cenderung irasional (namanya juga nurani) yang dilancarkan Nurani. Logika tidak berada di posisi yang menguntungkan.

Namun, di saat lain, ketika Logika telah mendapat kejernihannya, Nurani menjadi laksana bayangan oasis di tengah padang pasir: murni sebuah fatamorgana.

Pertarungan sengit ini serasa tidak akan pernah berakhir. Setidaknya hingga hari itu.

Nurani yang lain memasuki medan perang: sebut saja sebagai Rasa. Pintu lain dari hati ini terketuk. Selayaknya nurani, Logika tak dapat merasionalkan tindakan Rasa. Mengira akan kalah dalam perang karena menghadapi dua bentuk nurani, ternyata Logika salah. Dalam perang ini, Rasa ternyata berpihak pada Logika.

Logika meng-KO Nurani dengan bantuan Rasa. Kenangan lama yang sebelumnya meronta untuk masuk ke dalam kehidupan kini kembali merangsek ke sisi hati yang tak terlihat.  Tetaplah menjadi satu kenangan dalam hidup ini yang senantiasa mendewasakan diri.

25 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tikaaa wrote on Mar 1
nurani vs logika = dilema
ayudia wrote on Mar 1
kak... memang dirimu bijak sekali yaaa.
radityareno wrote on Mar 1
yeah.. agree to that..
tikaaa wrote on Mar 1
ada saatnya harus mengalahkan logika, tapi ga selamanya nurani boleh menang.
radityareno wrote on Mar 1
ayu bisa aja...

lagi2 stuju tik..
terkadang intervensi seperti yang dilakukan Rasa dapat menjadi pencerah..
tikaaa wrote on Mar 1
rasa tuh bukannya sedikit membela nurani ya kak?
idk25 wrote on Mar 2
ck ck ck
beraaat maaaaan
hahaha
indah seperti biasa
ngiung ngiung ngiung
engga ngerti
raisanurimanda wrote on Mar 2
kenapa? kenapa?

kenapa bentuk nurani yang lain ini: rasa, malah membela logika?

kenapa?
tikaaa wrote on Mar 2
jadii,
selama ini rasa berkhianat?
radityareno wrote on Mar 2
karena karena..

nurani dan rasa adalah dua hal berbeda yang sama-sama mengetuk pintu hati..

rasa dan logika kemudian saling beresonansi dan saling menyatu..

itulah kenapa..
tikaaa wrote on Mar 2
membingungkan!
radityareno wrote on Mar 2
bukankah memang begitu alaminya hati..

membingungkan..

irasional..
auroradiaslokita wrote on Mar 2
ng...?!
ayudia wrote on Mar 2
haduuuuuuuuuuuuuuh.
roamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing.
tikaaa wrote on Mar 2
irasional, tapi tetap saja kadang kita mengikuti apa katanya
kelincialbino wrote on Mar 2
krn hati gak pernah berdusta....
tikaaa wrote on Mar 2
salah.
dia juga sering bohong.
otak kita yang tau bener/engga.
radityareno wrote on Mar 2
tikaaa said
otak kita yang tau bener/engga.
interupsi!
pernah aku kasih suatu quote dr pelatihan yg diceritain di postingan sebelum2nya:

"The mind doubts, but the heart never does.."

pemaknaannya kembali ke masing-masing..
tikaaa wrote on Mar 2
begitu ya?
kadang saya ga percaya hati lagi soalnya...
yaaa, kadang2. hehe
kelincialbino wrote on Mar 2
susah juga klo ud gak percaya sm hati...
satu-satuny yg paling bs dipercaya ya hati itu sendiri,.
*menurut gw sendiri sieh
tikaaa wrote on Mar 2
mind doubts karena terusik hati.
hati merasa benar karena disokong pikiran.
saya sih merasa pikiran yang mengontrol kita kak.
radityareno wrote on Mar 2
tikaaa said
mind doubts karena terusik hati.
hati merasa benar karena disokong pikiran.
hmmm..
let me do the processing first..
tikaaa wrote on Mar 2
hmmm..
let me do the processing first..
hahahahaha,
let me know if you did
auroradiaslokita wrote on Mar 3
kadang hati bisa melakukan apa yang pikiran perintahkan
itu sering banget terjadi lo..
radityareno wrote on Mar 3
tikaaa said
let me know if you did
oke.. i've done the processing..

tp nampak akan sangat pjg..

ntar jadi postingan sendiri..

hehe..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help