Reno's posts with tag: astronomy
Sekarang kita belajar mengenai perubahan musim. Informasi yang akan saya tuliskan ini merupakan ilustrasi perubahan musim dilihat dari Northern Hemisphere. Hal ini disebabkan itulah sumber yang dapat saya temukan di internet. Sebenarnya, juga karena saya tidak terlalu rajin untuk mencari yang versi Southern Hemisphere sih. Hehehe. Bersiap-siap, kembali ke masa SD. Baiklah, mari dimulai!
MUSIM
 Planet Bumi
 Di Angkasa, Sumbu Rotasi Bumi Miring Sejauh 23,5 Derajat dari Jalur Orbit Bumi
 Bumi Berotasi pada Sumbunya Bumi Berotasi Sekali Setiap 24 Jam atau 1 Hari Rotasi Bumi Menciptakan Siang dan Malam

Bumi Berevolusi Mengelilingi Matahari Untuk Berevolusi Penuh, Bumi Membutuhkan Waktu Selama 1 Tahun Satu Tahun di Sini setara dengan 365,25 Hari

Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi Menyebabkan Terjadinya Musim Ketika Bumi Mengorbit terhadap Matahari, Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi Tidaklah Berubah Bumi Selalu Miring ke Arah yang Sama
 
Ketika Kutub Utara Miring Menuju Matahari pada Musim Panas (di Northern Hemisphere), Bumi Belahan Utara Mendapatkan Sinar Matahari yang LangsungUdara di Atmosfer Kemudian Akan Menjadi Panas 
Ketika Kutub Utara Miring Menjauh dari Matahari pada Musim Dingin (di Northern Hemisphere), Bumi Belahan Utara Mendapatkan Sinar Matahari yang Tidak Langsung Udara di Atmosfer Kemudian Akan Menjadi Dingin
 Autumnal Equinox Terjadi pada Tanggal 21 atau 22 September Pada Hari Pertama Musim Gugur, Matahari Bersinar Langsung pada Ekuator Hal ini Menyebabkan Kita Merasakan Siang dan Malam dengan Panjang yang Sama

December Solstice Terjadi pada Tanggal 21 atau 22 Desember Kutub Utara Miring Jauh dari Matahari Hari Pertama Musim Dingin (di Northern Hemisphere) adalah Hari dengan Siang Paling Pendek Sepanjang Tahun Hal ini Menyebabkan Hari Terang Lebih Pendek dan Hari Terasa Lebih Dingin
 Vernal Equinox Terjadi pada Tanggal 20 atau 21 Maret Di Hari Pertama Musim Semi, Matahari Bersinar Langsung pada Ekuator Hal ini Menyebabkan Kita Merasakan Siang dan Malam dengan Panjang yang Sama
 June Solstice Terjadi pada Tanggal 20 atau 21 Juni Kutub Utara Miring Dekat dari Matahari Hari Pertama Musim Panas (di Northern Hemisphere) adalah Hari dengan Siang Paling Panjang Sepanjang Tahun Hal ini Menyebabkan Hari Terang Lebih Panjang dan Hari Terasa Lebih Panas
Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagi. Semoga dapat menambah khasanah keilmuan kita semua. Amiin..
Sumber: http://www.1ststeps.org/Science/seasons.htm
Saya menuliskan ini karena ketertarikan saya pada hal-hal yang berbau astronomi. Selain itu, bertepatan pula dengan suatu fenomena astronomi yang dinamakan Solstice.
Solstice merupakan fenomena angkasa yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu ketika kemiringan bumi pada jarak terdekat dengan matahari dan ketika kemiringan bumi pada jarak terjauh dengan matahari. Berasal dari bahasa Latin, solstice berarti "the sun stands still". Solstice pertama terjadi pada tanggal 20 atau 21 Juni setiap tahunnya, sedangkan solstice kedua terjadi pada tanggal 21 atau 22 Desember. Solstice pertama secara umum dikenal dengan nama Summer Solstice, sebaliknya solstice kedua dinamakan Winter Solstice. Penamaan Summer dan Winter Solstice sebenarnya sangat ambigu. Kenapa ambigu? Karena terjadinya musim sesungguhnya bertolak belakang antara yang terjadi di Southern Hemisphere dengan yang terjadi di Northern Hemisphere. Penamaan Summer dan Winter Solstice lebih banyak digunakan oleh mereka yang tinggal di Northern Hemisphere. Sementara bagi kita, yang lebih banyak tinggal di Southern Hemisphere, istilah Summer dan Winter Solstice tersebut sesungguhnya menjadi tidak relevan. Alih-alih menggunakan istilah Summer dan Winter Solstice, saya lebih suka dengan istilah June Solstice dan December Solstice. Pada June Solstice, di Northern Hemisphere, matahari bersinar paling lama sepanjang tahunnya. Karena pada June Solstice, kemiringan bumi berada pada posisi yang paling dekat dengan matahari. Selama enam tahun terakhir, dari tahun 2002 sampai tahun 2007, June Solstice terjadi pada tanggal 21 Juni. Sedangkan pada tahun ini, terjadi pada kemarin, 20 Juni. Akibat dari June Solstice, siang terasa amat panjang di sekitar tanggal 20 atau 21 Juni. Siang terpanjang tentunya terjadi pada 20 Juni, untuk tahun ini. Bagi yang suka menonton pertandingan sepak bola, mungkin memperhatikan pertandingan pada Euro 2008 yang sedang berlangsung di Austria dan Swiss. Pada pertandingan yang ditayangkan di Indonesia jam 2 pagi, berarti di Austria atau Swiss seharusnya sudah sekitar jam 8 malam. Bagi kita yang berada di Indonesia, jam 8 malam sudah barang tentu, langit sudah gelap. Tapi, apa yang kita lihat dari langit di luar stadion di Austria ataupun Swiss? Langit tampak seperti masih sore kalau di tanah air kita. Lampu di stadion pun biasanya baru dinyalakan menjelang akhir babak pertama.
 Ilustrasi revolusi bumi terhadap matahari Gambar dikutip dari: http://www.nationsonline.org/oneworld/earth.htm Hal tersebutlah yang dialami oleh orang-orang yang tinggal di Northern Hemisphere ketika June Solstice terjadi. Secara teori, hal yang sebaliknya terjadi bagi kita yang tinggal di Southern Hemisphere. Pada June Solstice, matahari bersinar dengan waktu paling pendek dalam setahun. Berarti kita akan mengalami malam yang lebih panjang ketimbang siang. Karena kita berada pada jarak yang relatif dekat terhadap garis ekuator, mungkin perbedaan panjang siang dan malam tidak terlalu terasa.
Di Eropa, fenomena hari terpanjang dalam satu tahun ini dirayakan dengan suatu festival musik yang diberi nama "Fete de la Musique". Kini, festival musik tahunan tersebut telah mengglobal, tak hanya dirayakan di Eropa saja. "Fete de la Musique" juga dirayakan di negara-negara yang berada di luar Eropa, seperti Argentina, Libanon, bahkan Malaysia. Di Indonesia, saya pernah dua kali menghadiri "Fete de la Musique" pada tahun 2004 dan 2006 di CCF Purnawarman, Bandung.
Ada lagi yang bisa berbagi tentang June Solstice? Mungkin bisa mengoreksi tulisan saya yang rada-rada sok tau ini? Hehehe..
 Kemarin pagi, saya membuka sebuah bulletin board di friendster dari Adit Teguh, seorang lulusan Teknik Lingkungan ITB yang saya kenal lewat Siaware. Judul Buletinnya adalah "28 Agustus 2007: Gerhana Bulan Total". Memang beberapa hari sebelumnya cukup sering saya dengar berita-berita tentang fenomena alam itu tapi sejujurnya saya selama itu kurang merhatiin. Baru pas buka buletin itu lah baru saya bener2 ngeh. Wah, gerhana bulan? Mungkin udah sering banget kali ya gerhana bulan, wong Maret kemaren juga ternyata ada gerhana bulan. Tapi buat saya, ini mungkin pertama kalinya mengalami gerhana bulan. Norak? Well, terserah mau dibilang apa. Sekitar jam 6 sore setelah adzan Maghrib, saya naik ke balkon jemuran kos-kosan yang ada di lantai 3. Spot ini emang enak banget buat ngliat-ngliat objek langit. Pas bulan puasa tahun lalu, sering banget saya nongkrong di atas situ buat liat-liat bintang sambil nunggu saur atau nunggu ngantuk lagi abis shalat Shubuh. Saya tunggu beberapa menit, tapi kok ga ada nampak bulan di ufuk timur. Baru sekitar jam 6.15 nampak guratan merah berbentuk mangkuk pipih. Wah, pasti bulannya udah mulai terbuka nih! soalnya saya emang ga akan kebagian gerhana total banget. Kalo kata Antara, Indonesia bagian timur yang kebagian nonton gerhana dari awal masih terbuka, terus ketutup, terus kebuka lagi. Tapi walau ga kebagian dari awal, pemandangan di malam hari itu terasa indah banget!! Apalagi saya nikmatinnya di spot terenak di kosan. Sambil duduk di kursi yang saya angkut dari ruang makan, ditemenin cemilan dan sebotol air kosan (meskipun rada-rada berasa).. Beuh!! Purely Belter!!!
 Malem kemaren ada yang nyempetin liat2 langit? katanya ada cerita (saya blm berani bilang sebagai berita) kalo tanggal 27 Agustus dini hari jam 00.30 tuh Mars akan berada sangat dekat dengan Bumi dengan jarak kurang dari 40 mil, dan malam akan seperti memiliki dua buah bulan. Bener ga cerita yang beredar di milis2 itu? Beruntung saya punya satu software peta langit malam yang namanya Stellarium. Jadi bisa mengkonfirmasi kebenaran dari cerita tentang Mars itu.. Beberapa jam sebelum dini hari, saya ngecek di Stellarium. Dan ternyata cerita itu bohong besar.. Mars berada pada orbit normalnya dengan jarak sangat lebih jauh dari 40 mil seperti yang didesas-desuskan di milis. Jarak ketika itu adalah 1.174 AU dari Bumi (1AU= +/- 93 mil). Kalo diliat lebih maju lagi di Stellarium, untuk beberpa bulan ke depan jarak Mars terdekat dengan Bumi tuh terjadi tanggal 17 Desember 2007 nanti. Coba aja liat langit hari itu sekitar jam setengah sepuluh.. Jarak Mars ketika itu bakal 0.589 AU dari Bumi.. dan ketika itu masih ada bulan di langit dengan perbandingan besar Bulan:Mars = 10:1 Well, kita tunggu aja ntar tanggal 17 Desember 2007, apakah bener bakal nampak kalo Bumi seolah memiliki dua buah bulan??
| |