Reno's posts with tag: corat coret

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag corat coret
Blog EntryBerita TerkiniJun 26, '08 9:03 AM
for everyone
Malam ini,

Dua insan manusia akan dihilangkan nyawanya atas nama what so-called HUKUM


Bangsa kita masih kerdil


HAPUSKAN HUKUMAN MATI!!!


Blog EntryMusim BergantiJun 21, '08 6:30 PM
for everyone
Sekarang kita belajar mengenai perubahan musim. Informasi yang akan saya tuliskan ini merupakan ilustrasi perubahan musim dilihat dari Northern Hemisphere. Hal ini disebabkan itulah sumber yang dapat saya temukan di internet. Sebenarnya, juga karena saya tidak terlalu rajin untuk mencari yang versi Southern Hemisphere sih. Hehehe. Bersiap-siap, kembali ke masa SD. Baiklah, mari dimulai!

MUSIM



Planet Bumi



Di Angkasa, Sumbu Rotasi Bumi Miring Sejauh 23,5 Derajat dari Jalur Orbit Bumi


Bumi Berotasi pada Sumbunya

Bumi Berotasi Sekali Setiap 24 Jam atau 1 Hari
Rotasi Bumi Menciptakan Siang dan Malam




Bumi Berevolusi Mengelilingi Matahari
Untuk Berevolusi Penuh, Bumi Membutuhkan Waktu Selama 1 Tahun
Satu Tahun di Sini setara dengan 365,25 Hari




Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi Menyebabkan Terjadinya Musim
Ketika Bumi Mengorbit terhadap Matahari,
Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi Tidaklah Berubah
Bumi Selalu Miring ke Arah yang Sama



















Ketika Kutub Utara Miring Menuju Matahari pada Musim Panas (di Northern Hemisphere), Bumi Belahan Utara Mendapatkan Sinar Matahari yang Langsung

Udara di Atmosfer Kemudian Akan Menjadi Panas


















Ketika Kutub Utara Miring Menjauh dari Matahari pada Musim Dingin (di Northern Hemisphere), Bumi Belahan Utara Mendapatkan Sinar Matahari yang Tidak Langsung

Udara di Atmosfer Kemudian Akan Menjadi Dingin



Autumnal Equinox Terjadi pada Tanggal 21 atau 22 September
Pada Hari Pertama Musim Gugur,
Matahari Bersinar Langsung pada Ekuator
Hal ini Menyebabkan Kita Merasakan
Siang dan Malam dengan Panjang yang Sama



December Solstice Terjadi pada Tanggal 21 atau 22 Desember
Kutub Utara Miring Jauh dari Matahari
Hari Pertama Musim Dingin (di Northern Hemisphere) adalah Hari dengan Siang Paling Pendek Sepanjang Tahun
Hal ini Menyebabkan Hari Terang Lebih Pendek dan Hari Terasa Lebih Dingin



Vernal Equinox Terjadi pada Tanggal 20 atau 21 Maret
Di Hari Pertama Musim Semi,
Matahari Bersinar Langsung pada Ekuator
Hal ini Menyebabkan Kita Merasakan
Siang dan Malam dengan Panjang yang Sama



June Solstice
Terjadi pada Tanggal 20 atau 21 Juni

Kutub Utara Miring Dekat dari Matahari
Hari Pertama Musim Panas (di Northern Hemisphere) adalah Hari dengan Siang Paling Panjang Sepanjang Tahun
Hal ini Menyebabkan Hari Terang Lebih Panjang dan Hari Terasa Lebih Panas


Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagi. Semoga dapat menambah khasanah keilmuan kita semua. Amiin..



Sumber:
http://www.1ststeps.org/Science/seasons.htm

Blog EntrySummer Solstice or June Solstice?Jun 20, '08 4:55 PM
for everyone
Saya menuliskan ini karena ketertarikan saya pada hal-hal yang berbau astronomi. Selain itu, bertepatan pula dengan suatu fenomena astronomi yang dinamakan Solstice.

Solstice merupakan fenomena angkasa yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu ketika kemiringan bumi pada jarak ter
dekat dengan matahari dan ketika kemiringan bumi pada jarak terjauh dengan matahari. Berasal dari bahasa Latin, solstice berarti "the sun stands still". Solstice pertama terjadi pada tanggal 20 atau 21 Juni setiap tahunnya, sedangkan solstice kedua terjadi pada tanggal 21 atau 22 Desember.

Solstice pertama secara umum dikenal dengan nama Summer Solstice, sebaliknya solstice kedua dinamakan Winter Solstice. Penamaan Summer dan Winter Solstice sebenarnya sangat ambigu. Kenapa ambigu? Karena terjadinya musim sesungguhnya bertolak belakang antara yang terjadi di Southern Hemisphere dengan yang terjadi di Northern Hemisphere.

Penamaan Summer dan Winter Solstice lebih banyak digunakan oleh mereka yang tinggal di Northern Hemisphere. Sementara bagi kita, yang lebih banyak tinggal di Southern Hemisphere, istilah Summer dan Winter Solstice tersebut sesungguhnya menjadi tidak relevan. Alih-alih menggunakan istilah Summer dan Winter Solstice, saya lebih suka dengan istilah June Solstice dan December Solstice.

Pada June Solstice, di Northern Hemisphere, matahari bersinar paling lama sepanjang tahunnya. Karena pada June Solstice, kemiringan bumi berada pada posisi yang paling dekat dengan matahari. Selama enam tahun terakhir, dari tahun 2002 sampai tahun 2007, June Solstice terjadi pada tanggal 21 Juni. Sedangkan pada tahun ini, terjadi pada kemarin, 20 Juni. Akibat dari June Solstice, siang terasa amat panjang di sekitar tanggal 20 atau 21 Juni. Siang terpanjang tentunya terjadi pada 20 Juni, untuk tahun ini.

Bagi yang suka menonton pertandingan sepak bola, mungkin memperhatikan pertandingan pada Euro 2008 yang sedang berlangsung di Austria dan Swiss. Pada pertandingan yang ditayangkan di Indonesia jam 2 pagi, berarti di Austria atau Swiss seharusnya sudah sekitar jam 8 malam. Bagi kita yang berada di Indonesia, jam 8 malam sudah barang tentu, langit sudah gelap. Tapi, apa yang kita lihat dari langit di luar stadion di Austria ataupun Swiss? Langit tampak seperti masih sore kalau di tanah air kita. Lampu di stadion pun biasanya baru dinyalakan menjelang akhir babak pertama.

Ilustrasi revolusi bumi terhadap matahari
Gambar dikutip dari: http://www.nationsonline.org/oneworld/earth.htm

Hal tersebutlah yang dialami oleh orang-orang yang tinggal di Northern Hemisphere ketika June Solstice terjadi. Secara teori, hal yang sebaliknya terjadi bagi kita yang tinggal di Southern Hemisphere. Pada June Solstice, matahari bersinar dengan waktu paling pendek dalam setahun. Berarti kita akan mengalami malam yang lebih panjang ketimbang siang. Karena kita berada pada jarak yang relatif dekat terhadap garis ekuator, mungkin perbedaan panjang siang dan malam tidak terlalu terasa.

Di Eropa, fenomena hari terpanjang dalam satu tahun ini dirayakan dengan suatu festival musik yang diberi nama "Fete de la Musique". Kini, festival musik tahunan tersebut telah mengglobal, tak hanya dirayakan di Eropa saja. "Fete de la Musique" juga dirayakan di negara-negara yang berada di luar Eropa, seperti Argentina, Libanon, bahkan Malaysia. Di Indonesia, saya pernah dua kali menghadiri "Fete de la Musique" pada tahun 2004 dan 2006 di CCF Purnawarman, Bandung.

Ada lagi yang bisa berbagi tentang June Solstice? Mungkin bisa mengoreksi tulisan saya yang rada-rada sok tau ini? Hehehe..

Blog EntryAda Apa?Jun 20, '08 12:57 PM
for everyone
Dua hari ini saya melakukan dua kecerobohan berturut-turut:
  1. Dompet-Kartu saya tertinggal di kampus kamis malam
  2. Saya meninggalkan kamar saya sedikit terbuka dengan kunci menggantung di luar sepanjang hari jumat
Ada apa dengan saya? Kecerobohan sedang menaungi diriku..



Blog EntryPercakapan di Hari MingguJun 1, '08 8:01 PM
for everyone
Baru aja nonton berita pagi ini. Dalam suatu konferensi pers pasca insiden penyerangan FPI terhadap AKKBB di Monas minggu pagi,
Gus Dur     : "Pada waktunya FPI akan saya bubarkan!"
Wartawan  : "Caranya, Gus?"
Gus Dur     : "Caranya? Ya, bubarkan! Kok (nanya) caranya?"
Pernyataan terakhir disambut gelak tawa orang-orang di dalam ruangan konferensi pers. Gus Dur oh Gus Dur. Cerdas sekali Bapak itu!

Blog EntryChildrenMay 31, '08 1:04 PM
for everyone
My friend, children aren't coloring books..

You don't get to fill them with your favorite colors..


[The Kite Runner, the movie]

Blog EntryPemberitahuanMay 24, '08 9:42 AM
for everyone

Postingan kalender Karjaw dihapuskan sementara

(saat ini liat-liat fotonya aja ya)
Pada waktunya kalender Karjaw akan dirilis ulang


Start:     May 22, '08 10:00a
Location:     worldwide
The Fourth Installment of Indiana Jones Adventure is Set to Be Released!

Featuring:
Mr. Harrison Ford as Dr. Indiana Jones;
Mr. Shia LaBeouf as Mutt Williams;
Mrs. Cate Blanchett as Irina Spalko;
and so on, and so forth..

Directed by Mr. Steven Spielberg
Written by Mr. George Lucas and friends

So, prepare yourself for another miraculous adventure with Dr. Jones!

Blog EntryIronisme Sang Musisi UlungMay 14, '08 4:12 PM
for everyone
Dua puluh dua tahun yang lalu, tahun 1986, seorang remaja tanggung berusia 14 tahun bersama tiga orang teman sekolahnya memutuskan membentuk suatu grup musik. Kala itu, ketika teman-teman seumuran mereka gandrung membawakan musik-musik metal seperti Judas Priest dan Iron Maiden, mereka malah memainkan musik-musik seperti Toto yang lebih ngepop. Seiring dengan jalannya waktu, musik jazz pun mulai dirambah oleh anak-anak muda ini dengan pengaruh musisi luar seperti Chick Corea, Casiopea, ataupun Uzeb.

Dalam waktu yang relatif singkat, mereka menjadi cukup terkenal di kalangan terbatas karena acap kali menjadi juara festival-festival band dan juga menyabet predikat-predikat individual seperti bassis terbaik, keyboardis terbaik, dll. Mereka berharap dapat menjadi seperti Krakatau ataupun Karimata, dua band jazz yang amat kondang ketika itu. Namun, layaknya pemuda dengan pencarian jati diri, rupanya musik jazz hanya persinggahan saja. Mimpi mereka berubah, seiring dengan berkibarnya Slank di pasaran. Mereka kini berusaha menyatukan pop, rock, serta jazz dalam musiknya.

Lima tahun berikutnya, tahun 1991, sepertinya mimpi menjadi musisi profesional mulai tergambar. Bermodal pinjaman uang 10 juta rupiah, mereka membuat demo rekaman. Karena tidak adanya studio yang layak, mereka terpaksa harus ke Jakarta untuk membuat demo.

Tahun 1992, setelah perjuangan mendapatkan label rekaman, akhirnya album pertama mereka siap diluncurkan. Album itu bertitel "Dewa 19". Ya, band itu adalah Dewa 19 atau yang kini bernama DEWA tanpa embel-embel 19. Dan si remaja tanggung itu adalah Andra Junaidi Ramadhan, satu dari dua founding fathers DEWA yang tersisa.

Bersama DEWA, Andra telah menelurkan empat album di periode tahun 1990-an. Pada periode tersebut, Andra memiliki seorang teknisi gitar. Seperti selayaknya job describtion seorang teknisi, ia selalu mendampinginya baik di studio maupun ketika melakukan live performance di atas panggung. Ia mengecek kesiapan gitar-gitar, efek, serta amplifier sebelum semuanya dipakai oleh Andra. Bertahun-tahun menjadi 'tangan ketiga dan keempat' Andra, si teknisi tersebut lebih mendalami teknik bermain gitarnya dari Andra.

Teknisi tersebut bernama Satriyo Yudi Wahono. Nama tersebut memang terdengar asing bagi sebagian besar dari kita. Tapi kalau tahun nama panggilannya, kita semua pasti ngeh. Nama panggilannya adalah Piyu. Ya, teknisi Andra pada periode 1990-an adalah Piyu, think-tank dari Padi.

Saya tertarik menulis tentang Andra Ramadhan setelah melihat konser kolaborasi di Sabuga semalam. Malam itu Andra tampil bersama band sideproject-nya, Andra and the Backbone. Dalam konser malam itu juga tampil Ussy di awal serta Padi sebagai penutup.

Tadi malam, dengan sangat apik, Andra and the Backbone membawakan satu lagu Padi, Sobat. Andra melakukan sedikit aransemen ulang di lagu Sobat, terutama pada bagian gitar solo yang menjadikan lagu itu lebih 'galak'. Sebuah effort yang layak dipuji dari gitaris sekelas Andra ketika memberikan sentuhan baru pada sebuah lagu yang diciptakan oleh band bentukan mantan teknisinya itu.

Yang saya coba soroti adalah saya menangkap adanya sedikit kepongahan dalam diri Piyu ketika Padi seperti 'ogah-ogahan' membawakan lagu Musnah milik Andra and the Backbone. Lagu Musnah dibawakan dengan sangat 'biasa' oleh Padi dengan aransemen yang tidak diubah sama sekali. Ada kesan kecil yang saya tangkap: "Padi kan udah lebih lama dari Andra and the Backbone. Males ah bawain lagu mereka!"

Penampilan yang sebenarnya sangat apik dari Padi malam itu, dengan beberapa lagu di-aransemen ulang serta di-medley, agak tercoreng bagi saya dengan penampilan-setengah-hati Padi membawakan Musnah. Akan jauh lebih baik jika mereka tidak membawakanya sama sekali.

Sangat ironis memang posisi Andra Ramadhan malam itu. Di satu sisi, ia adalah seorang rocker kawakan dengan pengalaman belasan tahun di industri rekaman Indonesia. Namun, di sisi lain, dengan sideproject-nya, Andra memang masih terhitung pendatang baru mengingat baru menelurkan album di tahun 2007. Penempatan Andra tampil sebelum Padi sendiri membuat saya sedikit miris. "Jrit! Ini Andra man! Gurunya Piyu! Tapi malah tampil ngebuka Piyu."

Padahal dengan 'hilang'-nya Pay, mantan gitaris Slank, praktis Andra-lah kini gitaris rock yang paling berpengalaman dan paling eksis dalam industri musik rock Indonesia. Yah, tapi memang mungkin seperti inilah yang dinamakan industri. Sejarah serta pengalaman kerap kali dinafikan oleh hal bernama industri.

Untungnya, pada kolaborasi akhir ketika seluruh personel Padi dan Andra and the Backbone tampil bersama di atas satu panggung, Andra kembali mendapatkan tampuknya. Membawakan satu lagu Jimi Hendrix, penampilan terakhir tersebut menjadi layaknya workshop gitar rock. Andra, Piyu, Tepi, dan Ari secara bergantian melakukan sesi gitar solo. Menurut saya, entah karena subjektivitas seorang yang mengikuti perkembangan Andra, penampilan gitar solo Andra-lah yang paling oke. Dengan porsi gitar solo tambahan di tengah lagu, mengokohkan posisi Andra sebagai gitaris yang paling hebat malam itu.

Blog EntryOne Down...May 12, '08 9:21 AM
for everyone

Finally...

Blog EntryDan Kisah Pun Berlanjut...May 9, '08 8:24 AM
for everyone
Syahdan, hiduplah kembali account ratron saya: radityareno@yahoo.com yang sejak hari rabu sore sepertinya mati suri karena terbajak oleh orang lain. Kisah selengkapnya adalah seperti ini.

Rabu, sekitar jam 4 sore saya masih menggunakan account radityareno@yahoo.com seperti biasa untuk ber-email-an dan juga untuk chatting melalui Yahoo! Messenger. Di saat saya sedang chatting, Y!M saya tiba-tiba signout. Pesan yang tertulis di situ kurang lebih adalah "Y!M harus signout karena saya telah signin di tempat lain". Aneh bin ajaib, wong saya lagi di depan komputer browsing2 saja, dan fasilitas chat di Yahoo! Mail pun tidak aktif. Saya dan berhasil masuk lagi ke reloginY!M. Tapi kejadian signout secara tiba-tiba tersebut terjadi berulang kali. Karena saya rasa hal tersebut sudah mengganggu, akhirnya saya signout saja dan mematikan komputer.

Dua jam berikutnya, saya hidupkan komputer dan mencoba untuk cek ratron dan buka Y!M. Jengjeeeengg! Y!M tak kunjung mau di signin, dan Yahoo! Mail memberikan pesan Invalid ID or Password. Ow ow! Account saya telah dibajak oleh seseorang, itu lah hal yang saya pikirkan pertama kali. Singkat cerita, akhirnya saya membuat account baru raditya.reno@yahoo.com

Saya lalu berkonsultasi dengan beberapa teman lewat Y!M menggunakan account baru saya. Salah satunya adalah saya ngobrolin hal ini ke Apri, mantan admin komputer HMP. Dia sempat menyarankan menggunakan fasilitas Forget My Password. Sebenarnya hal itu lah yang pertama kali saya lakukan sebelum akhirnya curhat sana sini ke teman-teman. Dan memang tidak berhasil. Saya iseng dengan sedikita nada bercanda bertanya ke dia, "Ada perwakilan Yahoo! ga ya di Bandung?" Apri kemudian memberi saran, "Coba aja buka yahoo.co.id dan cari kontak yang bisa dihubungi".

Wow! Benar juga ya, pikir saya. Lagian pasti ga ada ruginya coba kontak ke pihak Yahoo!-nya. Lalu saya buka yahoo.co.id dan mencari-cari kontak yang bisa saya hubungi. Ternyata, satu fakta baru yang saya temui, kantor perwakilan Yahoo! yang paling dekat adalah di Singapura. Ada satu alamat ratron (sg-sales@yahoo-inc.com) yang akhirnya saya hubungi untuk berkonsultasi tentang masalah saya ini.

Pertama kali saya kontak ke alamat tersebut sekitar jam 9 malam di hari rabu. Saya ceritakan kejadian yang saya alami dengan account ratron saya. Datanglah balasan dari pihak Yahoo! Singapore yang menyatakan bahwa mereka tidak dapat membantu karena saya terdaftar di accountYahoo! US.Kemudian pihak Yahoo! Singapore memberikan alamat ratron Yahoo! US (my-login-support@cc.yahoo-inc.com) yang dapat membantu masalah saya ini.

Akhirnya saya forward lah ratron yg sebelumnya saya alamatkan ke tersebut ke alamat yang tadi diberikan. Saya melakukan balas-balasan ratron dengan pihak  Yahoo! SingaporeCustomer Care Yahoo! US sebanyak empat kali sepanjang hari kamis dan jumat pagi. Akhirnya tadi siang sebelum waktu Shalat Jumat saya menerima ratron dr yang isinya bahwa CC Yahoo! USpassword lama dr account lama saya telah di-reset dan diberikan baru. Ah! Senangnya! Langsung saya coba masukkan passwordpassword yang diberikan pihak CC Yahoo! US dan membuat password baru untuk account ratron saya. Dan berhasil! Akhirnya, hiduplah kembali account ratron saya: radityareno@yahoo.com yang sejak hari rabu sore.

Berikut adalah pihak-pihak yang sangat membantu dalam menyelesaikan masalah account saya yang sedikit-banyak membuat pusing dan panik. I, hereby, humbly, would like to say thank you to these persons:
  • Cara dari Yahoo! Singapore
  • Praky dari Yahoo! US
  • Ricky dari Yahoo! US
  • Shane dari Yahoo! US
  • Sally dari Yahoo! US

Jadi, sehabis dari show Mocca Road to Campus di GSG Marnath (bersama Raka, Dinar, Fera, Sasky, dan Tika), saya nyeletuk, "Unpar Kita?" Awalnya Raka ragu, takut udah keabisan ERK dan sepertinya dia juga ragu karena jam 3 pagi harus berangkat ke Jakarta atas undangan Presiden SBY.

Tapi, sewaktu di parkiran sambil mengantar Fera ke mobilnya, Raka malah melantunkan lagu "Cinta Melulu" dan ditimpali oleh Fera dan Dinar. Lalu saya bilang ke mereka, "Yah, dia nantang sih.. Hayu atuh kita ke Unpar!" Mendadak kami (tinggal bertiga bersama Dinar dan Raka saja, yang lain pulang..) jadi bersemangat deh nonton ERK di GSG Unpar.

Ternyata keputusan ke Unpar tidak saya sesali sedikit pun. Penampilan ERK sangat magical (berlebihan ya?). Dibandingkan ketika saya lihat ERK tanggal 26 April di Eldorado, penampilan semalam lebih memuaskan.

Berikut adalah sepuluh alasan kenapa show ERK tadi malam di GSG Unpar lebih memuaskan dibanding ketika di Eldorado (tanpa urutan prioritas):

  1. Jumlah lagu yang dibawakan lebih banyak (tadi malam 9 lagu, Eldorado 8 lagu)
  2. Lagu "Cinta Melulu" dan "Belanja Terus Sampai Mati (BTSM)" dinyanyikan tadi malam
  3. Crowd yang relatif lebih sedikit, jadi lebih dekat rasanya
  4. ERK lebih hangat kepada penonton ketimbang waktu di Eldorado (mungkin faktor crowd yg lebih sedikit)
  5. Cholil tidak mengalami masalah jack gitar yang mengakibatkannya lupa lirik di lagu "Di Udara" pada pemungkas acara
  6. Acara yang jauh lebih murah. Di Eldorado saya bayar Rp100.000 (dpt band yang lebih banyak sih). Tadi malam di GSG Unpar, gratis bradr!
  7. Cholil membagikan sticker ERK dan alhamdulillah saya mendapatkannya
  8. Saya berkesempatan untuk ngobrol sedikit dgn Cholil yang ternyata sangat ramah
  9. Aksesibilitas lebih tinggi. Bandingkan mengakses GSG Unpar dr Tubagus Ismail dengan mengakses Eldorado yang adanya masih di atas Terminal Ledeng
  10. Overall, performa ERK semalam lebih pol-polan ketimbang ketika di Eldorado


Blog EntryBagaimana Kalo Ternyata..May 7, '08 10:20 AM
for everyone
Sepertinya account Yahoo saya ada yg membajak..
Pokoknya sekarang account radityareno@yahoo.com tidak bs lagi saya akses..
Udah coba "forget my password" tp tetap saja tidak bisa..
Makanya sekarang saya membuat account baru: raditya.reno@yahoo.com
Berjuta perasaan bercampur aduk saat ini..

Bagaimana kalo ternyata account itu ada yang menyalahgunakan?
Bagaimana kalo ternyata saya masih meninggalkan berkas penting di dlm inbox ratron (surat elektronik) saya?
Bagaimana kalo ternyata account saya dibekukan karena berulang kali tuker2an lagu dengan teman2 lewat ratron?
Bagaimana kalo ternyata nanti saya ditangkap polisi karena terlibat kejahatan intelektual terkait dengan HAKI?

Duh! Ada yg pernah mengalami kasus seperti ini?
Help needed!!!

ReviewReviewReviewReviewReviewIn the Valley of Elah [2007]May 5, '08 7:34 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Tanggal 1 November 2004, Hank Deerfield (Tommy Lee Jones), seorang pensiunan Polisi Militer menerima telepon. Mike Deerfield, anak bungsunya telah mangkir dari kamp militer. Padahal, Hank sendiri belum tahu kalo anaknya itu sudah pulang dari Irak, lokasi di mana ia ditugaskan. Menunggu kabar yang tak kunjung datang, Hank lalu berniat mencari sendiri anaknya yang hilang itu. Ia lalu meninggalkan Joan Deerfield (Susan Sarandon), istrinya, di rumah dan segera bergegas menuju Kota Bradford.

Dari situlah cerita pencarian ayah terhadap anaknya ini dimulai. Hank lalu bertemu Det. Emily Sanders (Charlize Theron) di Kepolisian Bradford. Beberapa hari kemudian, Mike Deerfield ditemukan dalam keadaan tewas, terbakar dan terpotong-potong. Investigasi yang lebih mendalam akhirnya dilakukan.

Film "In the Valley of Elah" ini disutradarai oleh Paul Haggis. Haggis sebelumnya menyutradarai film "Crash" di tahun 2004. Melalui "Crash", Haggis memperoleh penghargaan Best Director di ajang Oscar tahun 2006. Selain Haggis, tiga bintang utama di film ini juga adalah para pemenang Oscar. Tommy Lee Jones memperoleh penghargaan Best Supporting Actor melalui film "The Fugitive" di tahun 1993, sementara Charlize Theron memenangkan Best Actress dalam film kontroversial "Monster" di tahun 2003. dan yang terakhir Susan Sarandon menjadi Best Actress di film "Dead Man Walking" pada tahun 1995.

Dengan menggalang kekuatan empat pemenang Oscar, "In the Valley of Elah" yang diangkat berdasarkan kejadian yang sebenarnya ini, menjanjikan kualitas akting serta penyutradaraan yang layak diacungi dua jempol.

Nampaknya Paul Haggis sebagai sutradara dan penulis skenario sangat tertarik mengangkat isu-isu yang cukup berani. Di film "Crash", ia mengangkat isu rasial yang ternyata masih sangat kental di kalangan masyarakat AS. Melalui film terbarunya ini, Haggis mengangkat isu anti-war. Di film ini, kerap ditampilkan akibat yang dapat ditimbulkan kepada mental para prajurit yang dikirimkan ke Irak.

Memang, perang bukanlah jawaban atas berbagai permasalahan di dunia ini. Itu hanyalah solusi politis praktis yang membalut kepentingan 'tangan-tangan yang tak terlihat'.


Blog EntryIn 1997 the Bullet was ShyMay 4, '08 1:02 PM
for everyone
Senyum menyungging di sudut bibir 'Karolina'
Sebuah 'Senyum dari Selatan' nun jauh di sana
Senyum nan memerikan sketsa yang tergoreskan dalam kisahnya
Sketsa yang indah, kisah yang bahagia, namun hanya baginya

'Ernestito' kian tersudut
Hanya bisa 'Merintih Perih' dalam sendiri
Rintihan pilu yang membuat sendu
Laksana '400 Elegi' yang senantiasa bertutur

Kala itu tepat jam 'Setengah Lima'
Senandung 'Come By Sanjurou' mulai mengalun
Ernestito menjadi 'Layu' dibuainya

Pudar, harapan kini telah pupus
Sikap 'Apatis Ria' dan penuh skeptisme
Fana sudah 'Essensimo' dalam hidup
Inilah akhir bagi Ernestito

Tidak!
Seorang 'Vrijeman', dengan pikir serta ujar yang bebas
Tak gentar dikungkung oleh pragmatisme dan ilusi
Ernestito memilih terus melaju
Melangkah di tengah 'Bogor Biru'



nb: sedang keracunan Ports of Lima (Hati-hati! Gunakan sesuai dosis. Memiliki efek candu bagi sebagian orang)

Blog EntrySee You at MoskwaApr 29, '08 9:59 PM
for everyone


Glory! Glory! Man Utd!

See You All at Luzhniki Stadium, Moskwa

Image from Getty Images


Blog EntryMandulApr 24, '08 6:29 AM
for everyone
Lagi mandul
Impoten
Mati ide

Beberapa postingan terakhir cuma kutipan, lirik dan foto
Satu-satunya kreativitas cuma permainan kata:
"Selamat Hari Bumi: Selamatkah Bumi?"

Pengen nulis tapi...

Mati ide
Impoten
Lagi mandul


Blog EntryMencariApr 4, '08 12:56 AM
for everyone
menyapa
tiada tanggap
sekali lagi
tetap sama
sekali lagi
sirna sudah

ia mulai menafikan
beribu tanya tak terjawab
berjuta harap kosong
satu bagian itu tak lagi berpenghuni

toh aku tetap di sini
begitu pikirnya
ada ternyata tanpa guna
tak ada berarti tak apa

(untuk dia yang memilih skeptis)

Blog EntryFlawedMar 26, '08 12:49 PM
for everyone
In the brink of this period
Trying not fall into the depth of time
Not to seek something couldn't be found

The strings are no longer echoing
No more amplified sounds here
Essence-less soul, a self without awareness
Yeah, it's me shouting now
Just like Mick Jones sang
Should I Stay or Should I Go



Blog EntryCerita Sepeda MotorMar 23, '08 3:02 AM
for everyone

Sabtu kemarin saya hendak pergi ke acara farewell-nya Puri, seorang teman lama yang tinggal di daerah Meruya. Kebetulan, di rumah lagi ga ada mobil yg bisa diberdayakan untuk menemani saya menuju rumah Puri. Padahal seringnya, tiap jalan-jalan ama temen2 Unpad, Supir Mode: ON. Jadi aja sumber daya yang tersedia saja ketika itu harus benar-benar dimanfaatkan: sebuah Honda Tiger. Oya, FYI, rumah saya tuh adanya di daerah Bekasi. Gila! Bekasi-Meruya?! Ada ya orang yg niat melakukan perjalanan sejauh itu naik motor?! Ya ada! Buktinya saya, Gina, dan Jodi seniat itu, demi menghadiri acara teman baik kami yg minggu depan berangkat ke DC itu.

Tapi untungnya perjalanan nan jauh menggunakan sepeda motor itu tidak jadi terlaksana. Puri cukup pengertian, dia memberikan fasilitas penjemputan dengan memanfaatkan adiknya, si Hangga. Tapi, penjemputan tidak dilakukan di markas kami para orang Bekasi, tapi di daerah yg rada-rada tengah: Hotel Atlet Senayan (emang udah sejak dulu Hotel Atlet selalu jadi meeting point kami).

Jadilah perjalanan menggunakan sepeda motor hanya dilakukan dari Bekasi ke Senayan. Hanya? Ternyata lumayan jg tuh Bekasi-Senayan naik motor. Yang bikin rada cape adalah saya harus mengimbangi  Jodi yang bawa skuter Vespa-nya yg kalo saya perhatiin ga pernah jalan lebih dari 60km/jam. Nah, pegel bener kan jadinya. Bayangkan, ada Tiger baru tp cm jalan di bawah 60km/jam! Dan itu tuh di jalanan Jakarta yang relatif masih sepi secara msh tersedot long weekend di daerah penghuninya. Pemandangan yang aneh.

Oke lah, skip the intro. Jadi saya ingin menceritakan kejadian-kejadian yang terjadi dalam perjalanan rumah saya menuju Hotel Atlet sambil menunggangi Honda Tiger baru. Jadi perjalanan sore itu adalah pertama kalinya Saya melakukan perjalanan di atas 20km menggunakan motor kopling.

Di Bandung saya pakai Karisma 125 (saya dan teman-teman memanggilnya Isma, tp tidak ada kaitannya dengan Ishma Fatimah) tercinta yang sudah sangat melekat dengan saya. Sejak 2004, Si Isma sudah menemani setidaknya 27000km keliling-keliling Kota Bandung dan sekitarnya (termasuk salah satu yang paling dikenang adalah tengah malam menemani ke UGD Imannuel dengan step miring, stang bengkok, dan bibir pecah). Jadi, saya sudah sangat hafal bagaimana perilaku Isma dan tau benar gmn cara menjinakkannya.

Lain halnya dengan kejadian sabtu sore kemarin. Saya merasa masih sangat canggung dengan Honda Tiger baru si Papi. Sebelumnya sudah pernah memang, tp sebenernya itu jg cuma perjalanan pendek, beli martabak lah, atau apalah deket2 rumah. Untuk perjalanan yang cukup jauh, sore itulah pertama kalinya.

Di tengah perjalanan saya temui beberapa fakta. Pertama, ketika itu setelan gas Tiger ternyata terlalu rendah. Jadi di tengah perjalanan terutama ketika harus mendadak terhenti karena lampu merah atau angkot yang berhenti di depan secara tidak terduga, mesin motor tidak sengaja mati karena setelan gasnya rendah banget. Ah! Gampang lah pikir saya, ntar tinggal dinaikin putaran mesinnya biar jalan lebih enak.

Fakta lainnya adalah ternyata saya masih kurang nyaman membawa Tiger itu di jalanan sore kemarin. Begitu banyak hal baru yang harus dimaklumi dalam perjalanan saya sore itu. Perilaku pengguna jalan Jakarta adalah salah satunya. Terbiasa dengan perilaku pengendara di Bandung yang lebih beradab, saya sedikit gugup berada di jalanan Jakarta dengan pengendara yang ternyata lebih tidak jinak dan amat sangat terburu.

Lalu, saya akhirnya mengalami apa yang santer diberitakan media sejak minggu2 lalu: Jalan rusak di Jakarta. Benar ternyata, jalan bolong di mana-mana. Dan benar juga kalau kurang ati2, sungguh berbahaya terutama bagi para motoristas. Alhasil, laju harus diperlambat dengan lebih banyak memperhatikan kondisi jalan.

Hal lainnya yaitu saya masih belum bisa menemukan keseimbangan yang paling enak dalam menggunakan Tiger baru ini. Lain halnya dengan Isma yang sudah saya tau luar dalam, lagi lagi banyak hal yang harus dimaklumi saat saya menggunakan Tiger ini.

Satu hal yang saya pelajari dari perjalanan sore itu bahwa yang terpenting adalah PROSES PEMAKLUMAN DAN ADAPTASI. Saya mungkin sudah sangat nyaman dengan motor saya si Isma yang di Bandung dan saya juga sudah sangat terbiasa dengan jalanan Bandung beserta pengendara dan perilakunya masing-masing. Menggunakan motor baru untuk pertama kali dengan lingkungan serta medan yang baru pula tentu sedikit banyak mengintimidasi Saya dalam perjalanan itu.

Namun, beruntung saya diberkahi hati serta pikiran. Saya merasa perbedaan-perbedaan yang saya temui antara perjalanan menggunakan motor di Bandung dengan di Jakarta masih dapat dimaklumi. Dan tentunya saya sebagai makhluk yang diberikan pikiran oleh Sang Khalik masih bisa melakukan berbagai kerekayasaan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan tersebut.

Mengubah setelan putaran mesin, membiasakan diri dengan perilaku pengendara serta lebih berhati-hati menghadapi jalan yang rusak merupakan beberapa hal yang dapat saya lakukan dalam memaklumi perbedaan kebiasaan. Saya tentu tidak akan bisa memaksakan kebiasaan serta cara lama dengan si Isma di Bandung dengan Tiger di Jakarta. Wong motornya aja udah beda, lingkungan udah beda, medan tempuh pun berbeda. Masa mau dipaksakan untuk sama?

Ketidaknyamanan, kecanggungan, serta konflik diri merupakan beberapa hal yang pasti timbul dalam situasi seperti itu. Namun, bukan berarti saya harus berontak dan keluar dari sistem yang baru itu. Keluhan, komplain, serta keputusasaan tidak akan berhasil mengantarkan saya dari Bekasi ke Senayan. Betul?

Bukankah menjalani kehidupan ini tidak beda halnya dengan perjalanan saya sore itu? Memiliki teman baru, pacar baru, keluarga baru, lingkungan baru, pekerjaan baru menantang saya untuk melakukan yang tadi saya sebut sebagai PROSES PEMAKLUMAN DAN ADAPTASI. Orang lain mungkin tidak akan bisa berpikir, berujar, serta bertindak seperti yang saya mau dan bahkan bertentangan dengan apa yang biasa saya lakukan. Namun, apakah berarti saya langsung berontak? Mencoba mengubah orang di sekitar saya? Atau malahan saya langsung kabur keluar dari sistem? Sungguh tidak bijak bila saya melakukan itu.

Benar halnya kata Haruki Murakami dalam novelnya yang berjudul Norwegian Wood melalui seorang tokohnya Nagasawa. Ketika itu, Nagasawa berkata bahwa dia hanya ingin menjajal kemampuannya di dunia yang luas ini. Menanggapi hal tersebut bertanyalah Watanabe, “Jadi tidak ada juga apa yang disebut idealisme?”

“Tentu saja tidak,” jawab Nagasawa. “Dalam hidup tidak perlu hal seperti itu. Yang diperlukan bukan idealisme melainkan etika dalam bertingkah-laku.”

Setuju sekali saya dengan Haruki Murakami bahwa bukan idealisme yang dibutuhkan. Fleksibilitas yang dibahasakan sebagai etika dalam bertingkah-laku merupakan rahasia umum dalam menyiasati perbedaan dan perubahan yang terjadi dalam hidup.

Pernah seorang bijak bilang bahwa “satu hal yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri”. Suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman, perubahan pasti terjadi. Menyikapi perubahan tersebutlah yang akan menunjukkan derajat kedewasaan saya.

Ya! Adaptasi, kompromi, pemakluman, serta fleksibilitas merupakan jurus-jurus ampuh yang harus terus saya asah dalam menjalani kehidupan ini. Karena tidak selamanya segala sesuatu berjalan seperti yang saya mau. Dan tentunya tidak selamanya pula yang saya mau adalah yang benar-benar saya butuhkan. Belajar belajar serta belajar. Life is 'bout learning, dude!!!


(Maafkan kalau berantakan, nampak masih banyak perlu penyuntingan. Soalnya langsung nulis aja yang ada di pikiran)


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help