Entah sejak kapan saya menjadi penyuka film.. Seinget saya, film yang pertama kali saya tonton di bioskop tuh apa ya..

Tunggu, saya bingung apakah itu
The Nightmare Before Christmas, atau
Jurassic Park, atau
Desperado, atau
Mighty Morphin Power Rangers: The Movie, atau bahkan
Double Dragon.. Barusan aja ngecek di
primbon perfilman, ternyata dr kelima film itu, yg paling duluan rilis adalah The Nightmare Before Christmas dan Jurassic Park [1993]. Yang dua berikutnya rilis tahun 1995 dan yang terakhir rilis tahun 1994.

Okay, let me rebuild the memory first.. Yep! Got it.. Jadi sepertinya Jurassic
Park-lah yang paling pertama saya tonton.. Waktu itu nontonnya di bioskop 21 pertama di Bekasi, namanya Pratama 21 (masih ada ga ya 21 di sana?). Ketika itu, saya nonton bersama Mbak Tia dan Mbak Melly (kakak sepupu).
Semenjak itu, saya merasa jatuh cinta dengan nonton film. Suatu kebiasaan yang masih sering saya lakukan sampai sekarang sepertinya dimulai ketika saya masih duduk di bangku SD atau SMP: nonton sendiri ke bioskop! Satu dari tiga kali saya nonton di bioskop saya lakukan sendiri, selebihnya baru sambil mengajak teman.Seingat saya, The Nightmare Before Christmas dan Desperado pun saya nontonnya sendiri di Bioskop Rama. Sayang sekali, salah satu bangunan bersejarah dalam hidup saya itu kini telah hiatus (pinjem kata hiatus dr
chane..) selama beberapa tahun terakhir..
mudah2an ada orang yg berkelebihan uang buat merevitalisasi Kompleks Niaga
Rama Bekasi..
Pengalaman menonton film di bioskop bertambah ketika Metropolitan Mall 21 rampung dibangun..
Tapi, sebenernya yg bener2 bikin saya bener-bener keranjingan film adalah ketika ayah saya membeli sebuah Laser Disc Player.. Beberapa tahun sebelum itu sebenernya kami pernah punya VHS Video Player, tp karena rusak dan tak kunjung diperbaiki jadi tidak diberdayakan..

Laser Disc Player merek Pioneer dan TV Panasonic lah yang akhirnya
menjadi
menjadi guru otodidak saya dalam mengenal begitu banyak film.
Leon: The Professional (pertama kali tau ada aktor yg namanya
s
ama dgn saya:
Jean
Reno; dan film debutnya si-luar-biasa-cantik-tp-sayang-yahudi
Natalie Portman) dan
Heat (pertama kali
Al Pacino dan
Robert De Niro beradu akting; film kedua Natalie Portman) adalah dua film yang paling saya ingat dr pengalaman
nonton film di LD.
Taun kedua di Bandung, masuk LFM ITB, saya memilih bidang Kine Klub dan Pertunjukkan. Terutama pengalaman di Kine Klub, seperti ketemu senior2 di Kine seperti
Heidy-
Mas Budi-Anjar-Anky, yang membuat saya masuk ke dalam tahap selanjutnya dalam menonton sebuah film.

Di LFM, saya mulai belajar menonton film-film yang tidak berada di jalur umum (baca:
mainstream) Beberapa film yang paling saya ingat pertama kali ditonton di LFM di antaranya
:
Shine,
Akira Kurosawa's Dreams,
Modern Times,
Memento, dan tentunya
Stanley Kubrick's 2001: A Space Odyssey..
Kesukaan saya menonton film tidak pernah berhenti.. Semakin bnyk saya melakukan eksplorasi, semakin banyak film yang ingin saya tonton. Belakangan, saya agak-agak demam film-film klasik. Saya mulai mencari2 film2 taun 30an, 40an, 50an, 60an, dan 70an.. So far, masih blm bnyk koleksi film klasik.
Yah, seperti itulah.. Semua dimulai dengan nonton Jurassic Park di Pratama 21.. Selanjutnya waktu dan perjalanan hidup yang terus menambah pengalaman ini..
Gambar-gambarhttp://en.wikipedia.org/wiki/The_Nightmare_Before_Christmashttp://en.wikipedia.org/wiki/Jurassic_Park_%28film%29http://en.wikipedia.org/wiki/L%C3%A9on_%28film%29http://en.wikipedia.org/wiki/Heat_%28film%29http://en.wikipedia.org/wiki/2001:_A_Space_Odyssey_%28film%29