Reno's posts with tag: kubrick

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kubrick
Blog Entrymemoar perfilmanFeb 23, '08 1:09 PM
for everyone
Entah sejak kapan saya menjadi penyuka film.. Seinget saya, film yang pertama kali saya tonton di bioskop tuh apa ya..

Tunggu, saya bingung apakah itu The Nightmare Before Christmas, atau Jurassic Park, atau Desperado, atau Mighty Morphin Power Rangers: The Movie, atau bahkan Double Dragon.. Barusan aja ngecek di primbon perfilman, ternyata dr kelima film itu, yg paling duluan rilis adalah The Nightmare Before Christmas dan Jurassic Park [1993]. Yang dua berikutnya rilis tahun 1995 dan yang terakhir rilis tahun 1994.

Okay, let me rebuild the memory first.. Yep! Got it.. Jadi sepertinya Jurassic Park-lah yang paling pertama saya tonton.. Waktu itu nontonnya di bioskop 21 pertama di Bekasi, namanya Pratama 21 (masih ada ga ya 21 di sana?). Ketika itu, saya nonton bersama Mbak Tia dan Mbak Melly (kakak sepupu).

Semenjak itu, saya merasa jatuh cinta dengan nonton film. Suatu kebiasaan yang masih sering saya lakukan sampai sekarang sepertinya dimulai ketika saya masih duduk di bangku SD atau SMP: nonton sendiri ke bioskop! Satu dari tiga kali saya nonton di bioskop saya lakukan sendiri, selebihnya baru sambil mengajak teman.Seingat saya, The Nightmare Before Christmas dan Desperado pun saya nontonnya sendiri di Bioskop Rama. Sayang sekali, salah satu bangunan bersejarah dalam hidup saya itu kini telah hiatus (pinjem kata hiatus dr chane..) selama beberapa tahun terakhir.. mudah2an ada orang yg berkelebihan uang buat merevitalisasi Kompleks Niaga Rama Bekasi..

Pengalaman menonton film di bioskop bertambah ketika Metropolitan Mall 21 rampung dibangun..

Tapi, sebenernya yg bener2 bikin saya bener-bener keranjingan film adalah ketika ayah saya membeli sebuah Laser Disc Player.. Beberapa tahun sebelum itu sebenernya kami pernah punya VHS Video Player, tp karena rusak dan tak kunjung diperbaiki jadi tidak diberdayakan..

Laser Disc Player merek Pioneer dan TV Panasonic lah yang akhirnya menjadi menjadi guru otodidak saya dalam mengenal begitu banyak film. Leon: The Professional (pertama kali tau ada aktor yg namanya sama dgn saya: Jean Reno; dan film debutnya si-luar-biasa-cantik-tp-sayang-yahudi Natalie Portman) dan Heat (pertama kali Al Pacino dan Robert De Niro beradu akting; film kedua Natalie Portman) adalah dua film yang paling saya ingat dr pengalaman nonton film di LD.

Taun kedua di Bandung, masuk LFM ITB, saya memilih bidang Kine Klub dan Pertunjukkan. Terutama pengalaman di Kine Klub, seperti ketemu senior2 di Kine seperti Heidy-Mas Budi-Anjar-Anky, yang membuat saya masuk ke dalam tahap selanjutnya dalam menonton sebuah film.

Di LFM, saya mulai belajar menonton film-film yang tidak berada di jalur umum (baca: mainstream) Beberapa film yang paling saya ingat pertama kali ditonton di LFM di antaranya: Shine, Akira Kurosawa's Dreams, Modern Times, Memento, dan tentunya Stanley Kubrick's 2001: A Space Odyssey..

Kesukaan saya menonton film tidak pernah berhenti.. Semakin bnyk saya melakukan eksplorasi, semakin banyak film yang ingin saya tonton. Belakangan, saya agak-agak demam film-film klasik. Saya mulai mencari2 film2 taun 30an, 40an, 50an, 60an, dan 70an.. So far, masih blm bnyk koleksi film klasik.

Yah, seperti itulah.. Semua dimulai dengan nonton Jurassic Park di Pratama 21.. Selanjutnya waktu dan perjalanan hidup yang terus menambah pengalaman ini..


Gambar-gambar
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Nightmare_Before_Christmas
http://en.wikipedia.org/wiki/Jurassic_Park_%28film%29
http://en.wikipedia.org/wiki/L%C3%A9on_%28film%29
http://en.wikipedia.org/wiki/Heat_%28film%29
http://en.wikipedia.org/wiki/2001:_A_Space_Odyssey_%28film%29


Blog EntryJalan2 ke bulan atau kembali ke masa lalu??Feb 19, '08 5:50 PM
for everyone
Tahun 1968, Arthur C. Clarke menulis sebuah novel yang berjudul "2001: A Space Odyssey". Gua sih sampai saat ini belum pernah baca novel itu. Tapi, gua udah pernah nonton film dengan judul yang sama yang juga dirilis di tahun 1968.

Di film yang disutradarai ama Stanley Kubrick ini, diceritakan bahwa pada tahun 2001, 33 tahun dari cerita tersebut dibuat, manusia telah mampu melakukan perjalanan luar angkasa, termasuk menuju bulan. Hal ini sudah dapat dilakukan saat ini, meskipun baru pada misi perjalanan tertentu saja, belum bersifat massal. Beberapa hal lain yang digambarkan pada cerita itu, ternyata benar-benar terjadi tiga sampai empat dekade setelah cerita tersebut ditulis. Beberapa hal tersebut di antaranya:
  • Flat-screen computer monitors
  • Small, portable, flat-screen television sets
  • Glass cockpit in spacecraft
  • The proliferation of TV stations (the BBC's channels numbering at least 12)
  • The use of credit cards with data stripes
  • Biometric identification (voice-print identification on arrival at the space station)
  • Electronic darkening of a normally transparent surface
  • A computer that can defeat a human being at chess
  • Personal in-flight entertainment displays on the backs of seats in commercial aircraft
  • Voice recognition/voice controlled computing are seen today in things as simple as telephone systems and video games
          (sumber: wikipedia)

Hal ini ngingetin gua ama lirik lagunya Jamiroquai: "Future's made of virtual insanity". Bahwa sesuatu yg dianggap mimpi atau mustahil di suatu masa, mungkin benar2 akan terjadi di masa depan. Mungkin di saat cerita "2001: A Space Odyssey" ini ditulis, orang hanya bisa bersikap skeptis. Namun, siapa yang mengira tiga sampai empat dekade setelah cerita itu ditulis, hal tersebut benar2 terjadi?

Nah, HG Wells menulis "The Time Machine" di taun 1895. Dalam novel itu, diceritakan bahwa manusia telah menciptakan suatu kendaraan yang dapat membawa dirinya menembus dimensi waktu, kembali ke masa lalu atau melihat apa yang terjadi di masa yang akan datang.

Terkait dengan perjalanan menembus waktu, manusia sudah sejak lama mempelajari hal tersebut. Albert Einstein juga telah lama memaparkan Teori Relativitasnya, teori Wormhole yang dipaparkan oleh John Wheeler pada tahun 1957, serta yang paling mutakhir, Stephen Hawking dengan Fisika Kuantumnya.

Dimulai dari ide seorang HG Wells mengenai perjalanan menembus dimensi waktu, didukung dengan teori2 fisika yang telah dipelajari dan terus dikembangkan, akankah manusia benar2 bisa kembali ke masa lalu? atau melirik lebih jauh ke depan? kita tunggu saja..


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help