Reno's posts with tag: movies
| Start: | Jul 18, '08 | | Location: | Worldwide |
Another series of Batman stories is set to be released! THE CAST Mr. Christian Bale as Bruce Wayne/Batman; Mr. Michael Caine as Alfred Pennyworth; Mr. Heath Ledger as The Joker; Mr. Aaron Eckhart as Harvey Dent; Ms. Maggie Gyllenhaal as Rachel Dawes; Mr. Gary Oldman as Lt. James Gordon; Mr. Morgan Freeman as Lucius Fox; Mr. Eric Roberts as Salvatore Maroni; Mr. Cillian Murphy as Dr. Jonathan Crane/The Scarecrow; and so on, and so forth... THE WRITERS Mr. Jonathan Nolan & Mr. Christopher Nolan THE DIRECTOR 'The Magnificent' Mr. Christopher Nolan RELEASE DATES Australia: July 17, 2008 North America: July 18, 2008 (International Release Date) United Kingdom: July 25, 2008 Get Prepared Guys!!! Tribute to The Joker.. "WHY SO SERIOUS?"
| Start: | May 22, '08 10:00a | | Location: | worldwide |
The Fourth Installment of Indiana Jones Adventure is Set to Be Released! Featuring: Mr. Harrison Ford as Dr. Indiana Jones; Mr. Shia LaBeouf as Mutt Williams; Mrs. Cate Blanchett as Irina Spalko; and so on, and so forth.. Directed by Mr. Steven Spielberg Written by Mr. George Lucas and friends So, prepare yourself for another miraculous adventure with Dr. Jones!
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Tanggal 1 November 2004, Hank Deerfield (Tommy Lee Jones), seorang pensiunan Polisi Militer menerima telepon. Mike Deerfield, anak bungsunya telah mangkir dari kamp militer. Padahal, Hank sendiri belum tahu kalo anaknya itu sudah pulang dari Irak, lokasi di mana ia ditugaskan. Menunggu kabar yang tak kunjung datang, Hank lalu berniat mencari sendiri anaknya yang hilang itu. Ia lalu meninggalkan Joan Deerfield (Susan Sarandon), istrinya, di rumah dan segera bergegas menuju Kota Bradford.
Dari situlah cerita pencarian ayah terhadap anaknya ini dimulai. Hank lalu bertemu Det. Emily Sanders (Charlize Theron) di Kepolisian Bradford. Beberapa hari kemudian, Mike Deerfield ditemukan dalam keadaan tewas, terbakar dan terpotong-potong. Investigasi yang lebih mendalam akhirnya dilakukan.
Film "In the Valley of Elah" ini disutradarai oleh Paul Haggis. Haggis sebelumnya menyutradarai film "Crash" di tahun 2004. Melalui "Crash", Haggis memperoleh penghargaan Best Director di ajang Oscar tahun 2006. Selain Haggis, tiga bintang utama di film ini juga adalah para pemenang Oscar. Tommy Lee Jones memperoleh penghargaan Best Supporting Actor melalui film "The Fugitive" di tahun 1993, sementara Charlize Theron memenangkan Best Actress dalam film kontroversial "Monster" di tahun 2003. dan yang terakhir Susan Sarandon menjadi Best Actress di film "Dead Man Walking" pada tahun 1995.
Dengan menggalang kekuatan empat pemenang Oscar, "In the Valley of Elah" yang diangkat berdasarkan kejadian yang sebenarnya ini, menjanjikan kualitas akting serta penyutradaraan yang layak diacungi dua jempol.
Nampaknya Paul Haggis sebagai sutradara dan penulis skenario sangat tertarik mengangkat isu-isu yang cukup berani. Di film "Crash", ia mengangkat isu rasial yang ternyata masih sangat kental di kalangan masyarakat AS. Melalui film terbarunya ini, Haggis mengangkat isu anti-war. Di film ini, kerap ditampilkan akibat yang dapat ditimbulkan kepada mental para prajurit yang dikirimkan ke Irak.
Memang, perang bukanlah jawaban atas berbagai permasalahan di dunia ini. Itu hanyalah solusi politis praktis yang membalut kepentingan 'tangan-tangan yang tak terlihat'. 
| Start: | Apr 19, '08 | | End: | Apr 20, '08 | | Location: | Blitz Megaplex, Paris Van Java, Jalan Sukajadi no. 137-139 www.blitzmegaplex.com |
GRATIS!!! Undangan terbatas dapat diperoleh sebelum 18 April di CCF Bandung, Jalan Purnawarman 32. Tgl 19 dan 20 April dapat diperoleh di tempat. for further infos: www.sinemaperancis.com www.blitzmegaplex.com
 Kemarin saya kebetulan beli majalah TIME edisi Asia. Duh! Gaya amat ya beli-nya TIME. Ini adalah kali pertama saya membeli majalah itu. Saya beli karena lagi edisi dobel bundel ada bonus TIME Style & Design.
Oke lah, yang lebih penting adalah di TIME ada artikel kecil yang yg ngebahas ttg pemenang-pemenang Oscar 2007 kemarin terutama kategori Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Aktor Pembantu Terbaik, serta Aktris Pembantu Terbaik. Setelah baca artikel kecil itu saya baru tersadarkan kalo pemenang Best Actors dan Best Actresses Oscar taun ini tuh smuanya orang-orang Eropa.
Aktor Terbaik Daniel Day-Lewis dan Aktris Pembantu Terbaik Tilda Swinton adalah orang Inggris. Aktris Terbaik Marion Cotillard adalah seorang Perancis. Sedangkan Aktor Pembantu Javier Bardem adalah aktor Spanyol.
Saya tidak akan menyoroti penilaian juri mengenai cocok tidaknya hasil tersebut. Saya hanya ingin menulis di sini bahwa hal tersebut br pertama kali terjadi pada delapan tahun terakhir pelaksanaan Oscar. Yah, setidaknya itu yang saya temukan ketika melakukan penelitian kecil ttg Oscar di wikipedia. Saya menulusuri pemenang-pemenang Oscar dari tahun 2000.
Untuk kategori Aktor Terbaik: Totally so-American category! Sebelum Daniel Day-Lewis ternyata hanya Russel Crowe orang non-Amerika yang berhasil memenangkan Kategori ini. Russel Crowe menang melalui perannya sebagai Maximus Decimus Meridius di film "Gladiator" pada tahun 2000. Di antara Crowe dan Day-Lewis bergantian enam orang Amerika memenangkan kategori ini: Denzel Washington, Adrien Brody, Sean Penn, Jamie Foxx, Philip Seymour Hoffman, dan tahun lalu Forest Withaker. Berarti delapan tahun terakhir ini pertama kali seorang Eropa memenangkan Aktor Terbaik, karena Russel Crowe adalah aktor kelahiran Selandia Baru. Dialah Daniel Day-Lewis melalui peran sebagai Daniel Plainview di "There Will Be Blood".
Untuk kategori Aktris Terbaik, dari Oscar tahun 2000 hingga Oscar 2005 tidak ada orang Eropa yang memenangkannya. Helen Mirren dan Marion Cotillard (peran sebagai Edith Piaf di film "La Vie en Rose") adalah dua wanita Eropa yang memenangkan kategori ini dua tahun berturut-tutut. Akankah tahun depan Aktris Terbaik kembali mendarat ke Eropa?
Sementara untuk Aktor Pembantu, dari Oscar 2000 sampai Oscar 2006, peraih Aktor Pembantu dari kalangan Eropa hanya ada satu: Jim Broadbent di tahun 2001 melalui film Iris. Baru Oscar 2007 Javier Bardem sebagai Anton Chigurh di "No Country for Old Men" menjadi orang Eropa kedua dalam delapan tahun terakhir yang meraih kategori ini. Tahun lalu, Alan Arkin memenangkan kategori ini melalui film "Little Miss Sunshine"
Terakhir, Aktris Pembantu Terbaik. Kategori ini cukup banyak dimenangkan oleh orang Eropa meskipun belum menggeser dominasi aktris-aktris Amerika. Catherine Zeta-Jones di Oscar 2002 dan Rachel Weisz di Oscar 2005 adalah dua pendahulu Tilda Swinton yang menang lewat film "Michael Clayton" sebagai Karen Crowder.
Terobosan besar ketika Marion Cotillard memenangkan Oscar untuk penampilan non-bahasa-inggris. Itu adalah kali kedua setelah Sophia Loren memenangkan kategori yang sama melalui film berbahasa Italia berjudul "Two Women". Sudah saatnya Oscar yang selama ini dinilai sebagai penghargaan film yang amat berorientasi ke Hollywood mulai menggeser pandangannya ke bagian-bagian lain bumi ini.
Gambar: http://www.news.com.au/common/imagedata/0,,5909529,00.jpg ki-ka: Daniel Day-Lewis, Tilda Swinton, Marion Cotillard, Javier Bardem 
What Classic Movie Are You?
[Laughing] Oh, Marcus! What are you trying to do? Scare me? You sound like my mother! We've known each other for a long time, you know I don't believe in magic, a lot of superstitious hocus-pocus. I'm going after a find of incredible historical significance - you're talking about the boogie-man. [Mumbling as he tosses his gun into his suitcase] Besides, you know what a cautious fellow I am.
(Indiana Jones in Raiders of the Lost Ark. Steven Spielberg. 1981)
Haha.. Hasil iseng ikutan what-so-called-tes-kepribadian di blog-nya mas budi..
Entah sejak kapan saya menjadi penyuka film.. Seinget saya, film yang pertama kali saya tonton di bioskop tuh apa ya..  Tunggu, saya bingung apakah itu The Nightmare Before Christmas, atau Jurassic Park, atau Desperado, atau Mighty Morphin Power Rangers: The Movie, atau bahkan Double Dragon.. Barusan aja ngecek di primbon perfilman, ternyata dr kelima film itu, yg paling duluan rilis adalah The Nightmare Before Christmas dan Jurassic Park [1993]. Yang dua berikutnya rilis tahun 1995 dan yang terakhir rilis tahun 1994.  Okay, let me rebuild the memory first.. Yep! Got it.. Jadi sepertinya Jurassic Park-lah yang paling pertama saya tonton.. Waktu itu nontonnya di bioskop 21 pertama di Bekasi, namanya Pratama 21 (masih ada ga ya 21 di sana?). Ketika itu, saya nonton bersama Mbak Tia dan Mbak Melly (kakak sepupu). Semenjak itu, saya merasa jatuh cinta dengan nonton film. Suatu kebiasaan yang masih sering saya lakukan sampai sekarang sepertinya dimulai ketika saya masih duduk di bangku SD atau SMP: nonton sendiri ke bioskop! Satu dari tiga kali saya nonton di bioskop saya lakukan sendiri, selebihnya baru sambil mengajak teman.Seingat saya, The Nightmare Before Christmas dan Desperado pun saya nontonnya sendiri di Bioskop Rama. Sayang sekali, salah satu bangunan bersejarah dalam hidup saya itu kini telah hiatus (pinjem kata hiatus dr chane..) selama beberapa tahun terakhir.. mudah2an ada orang yg berkelebihan uang buat merevitalisasi Kompleks Niaga Rama Bekasi.. Pengalaman menonton film di bioskop bertambah ketika Metropolitan Mall 21 rampung dibangun.. Tapi, sebenernya yg bener2 bikin saya bener-bener keranjingan film adalah ketika ayah saya membeli sebuah Laser Disc Player.. Beberapa tahun sebelum itu sebenernya kami pernah punya VHS Video Player, tp karena rusak dan tak kunjung diperbaiki jadi tidak diberdayakan..  Laser Disc Player merek Pioneer dan TV Panasonic lah yang akhirnya menjadi menjadi guru otodidak saya dalam mengenal begitu banyak film. Leon: The Professional (pertama kali tau ada aktor yg namanya s ama dgn saya: Jean Reno; dan film debutnya si-luar-biasa-cantik-tp-sayang-yahudi Natalie Portman) dan Heat (pertama kali Al Pacino dan Robert De Niro beradu akting; film kedua Natalie Portman) adalah dua film yang paling saya ingat dr pengalaman nonton film di LD. Taun kedua di Bandung, masuk LFM ITB, saya memilih bidang Kine Klub dan Pertunjukkan. Terutama pengalaman di Kine Klub, seperti ketemu senior2 di Kine seperti Heidy- Mas Budi-Anjar-Anky, yang membuat saya masuk ke dalam tahap selanjutnya dalam menonton sebuah film.  Di LFM, saya mulai belajar menonton film-film yang tidak berada di jalur umum (baca: mainstream) Beberapa film yang paling saya ingat pertama kali ditonton di LFM di antaranya : Shine, Akira Kurosawa's Dreams, Modern Times, Memento, dan tentunya Stanley Kubrick's 2001: A Space Odyssey.. Kesukaan saya menonton film tidak pernah berhenti.. Semakin bnyk saya melakukan eksplorasi, semakin banyak film yang ingin saya tonton. Belakangan, saya agak-agak demam film-film klasik. Saya mulai mencari2 film2 taun 30an, 40an, 50an, 60an, dan 70an.. So far, masih blm bnyk koleksi film klasik. Yah, seperti itulah.. Semua dimulai dengan nonton Jurassic Park di Pratama 21.. Selanjutnya waktu dan perjalanan hidup yang terus menambah pengalaman ini.. Gambar-gambarhttp://en.wikipedia.org/wiki/The_Nightmare_Before_Christmashttp://en.wikipedia.org/wiki/Jurassic_Park_%28film%29http://en.wikipedia.org/wiki/L%C3%A9on_%28film%29http://en.wikipedia.org/wiki/Heat_%28film%29http://en.wikipedia.org/wiki/2001:_A_Space_Odyssey_%28film%29
td asalnya pengen nulis..
trus ditinggal browsing2..
tiba2 mau nulis apa...
Bicara tentang lupa, jadi pengen nanya.. Berapa kali kejadian kepada kita semua, sedang jalan2 di suatu tempat, tiba-tiba seseorang menyapa tapi kita lupa nama orang tersebut? Saya rasa cukup sering terjadi..
Seorang senior di PL ITB, Ipung, bilang "orang lupa akan sesuatu hal, karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut"..
Barusan, di Cabe Rawit Ciumbuleuit--sambil membahas ngalor-ngidul tentang kehidupan bersama DeniNardi, Mandra, dan Abon--Deni bilang kalo pernyataan Ipung itu harus dilengkapi.. Bahwa "orang lupa akan sesuatu hal karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut dan juga karena dia tidak butuh akan hal tersebut"..
Pernah saya baca satu artikel di National Geographic, edisi Desember 2007 kalo ga salah.. di artikel itu diceritakan ada seseorang berusia sangat tua yang dapat mengingat setiap detil dalam kehidupannya.. Dari baju apa yang dia kenakan ketika pertama kali masuk kerja, sampai kejadian membeli buah di pasar, yang mungkin terlalu remeh bagi kita untuk mengingatnya.. Si orang ini tidak pernah benar-benar berusaha untuk semua detil kehidupannya, he just remember it..
Di belahan dunia lain, masih di artikel yang sama, juga ada seseorang lain yang secara gradual mengalami kemunduran dalam mengingat hal-hal yang telah terjadi dalam kehidupannya.. diperkirakan dia akan segera mengalami kelupaan akan sebagian besar kejadian dalam hidupnya..
Beberapa film menampilkan tokoh di dalamnya memiliki kelainan dalam masalah ingatan. Tokoh Leonard Shelby di film Memento contohnya. Lenny, panggilan Leonard, mengalami suatu kelainan yang disebut 'short-term memory lost'. Diakibatkan suatu kecelakaan, Lenny mengalami cedera pada otaknya. Lenny tidak lagi dapat membuat ingatan baru. Dia lupa seluruh kejadian yang terjadi pasca cedera otaknya. Namun, Lenny mampu mengingat dengan baik seluruh kejadian dalam hidupnya sampai kecelakaan itu terjadi. 'Short-term memory lost' yang serupa juga dialami tokoh Lucy Whitmore di film 50 First Dates dan Dory di film Finding Nemo.
Terlepas dari beberapa pendapat dan kasus mengenai kelupaan, saya punya penjelasan sendiri mengenai kelupaan..
Pernah, saya mendapatkan simulasi mengenai ingatan dan perhatian terhadap orang-orang di sekitar kita.. Kami telah bersama-sama dalam lokasi pelatihan selama kurang lebih 3 hari 3 malam. Acara penutup di malam ketiga adalah simulasi mengenai ingatan ini..
Simulasi tersebut pada akhirnya akan menguji ingatan serta perhatian kami terhadap sesama peserta pelatihan dengan cara mengingat nama-nama dari seluruh anggota pelatihan yang berjumlah 66. Seluruh peserta dibariskan membentuk lingkaran besar.. satu persatu, peserta diharuskan mengelilingi 65 peserta lain dan menyebutkan nama peserta yang ada di depannya.. Berarti setiap orang harus bisa mengingat dan menyebutkan 65 peserta lainnya..
Tiba giliran saya.. satu persatu, peserta pelatihan saya lewati secara lancar dengan nama mereka sebagai kata kunci untuk terus maju.. Telah lebih dari 15 peserta saya lewati, hingga tiba giliran saya berhadapan dengan satu peserta ini.. tertegun sejenak, sambil berusaha memutar kembali potongan-potongan kejadian yang kami lakukan bersama selama tiga hari terakhir di pelatihan.. saya ingat pernah berkenalan dengan dia di hari pertama.. memang ternyata setelah diingat-ingat saya tidak banyak berinteraksi dengannya.. Sial! saya memang lupa nama dia..
Dipenuhi rasa bersalah bahwa saya tidak dapat mengingat namanya, saya terdiam di hadapannya. Akhirnya orang ini diperintahkan memberitahukan namanya kepada saya oleh pendamping kelompok.. "Rizky.." katanya.
Rizky, nama yang sangat sederhana, mudah diingat.. tapi saya gagal mengingatnya.. Setiap kali seorang peserta gagal mengingat nama peserta lainnya, ada kalimat yang harus diucapkan.. Maka saya ucapkanlah kalimat itu: "Rizky! Saya tidak peduli padamu!!!"
'Kalimat ketidakpedulian' itu terpaksa harus berulang kali saya ucapkan kepada hampir sepuluh peserta pelatihan lainnya.
"Dewi! Saya tidak peduli padamu!!!" "Dimas! Saya tidak peduli padamu!!!" "Rini! Saya tidak peduli padamu!!!", dst, dst. Seperti ditampar, saya harus mengakui bahwa saya tidak peduli dengan orang-orang di sekitar. Orang-orang tersebut tiga hari terakhir telah menjadi teman-teman baru saya tapi saya tidak peduli dengan mereka..
Jadi, penjelasan mana yang paling memuaskan mengenai perihal kelupaan ini? Bagi saya, tidak ada penjelasan yang paling benar. Semua penjelasan saling melengkapi dan mungkin masih belum cukup lengkap dan membutuhkan penjelasan lainnya..
Barusan saya nulis apa aja ya???
Duh! Lupa!!!
Tahun 1968, Arthur C. Clarke menulis sebuah novel yang berjudul "2001: A Space Odyssey". Gua sih sampai saat ini belum pernah baca novel itu. Tapi, gua udah pernah nonton film dengan judul yang sama yang juga dirilis di tahun 1968. Di film yang disutradarai ama Stanley Kubrick ini, diceritakan bahwa pada tahun 2001, 33 tahun dari cerita tersebut dibuat, manusia telah mampu melakukan perjalanan luar angkasa, termasuk menuju bulan. Hal ini sudah dapat dilakukan saat ini, meskipun baru pada misi perjalanan tertentu saja, belum bersifat massal. Beberapa hal lain yang digambarkan pada cerita itu, ternyata benar-benar terjadi tiga sampai empat dekade setelah cerita tersebut ditulis. Beberapa hal tersebut di antaranya: - Flat-screen computer monitors
- Small, portable, flat-screen television sets
- Glass cockpit in spacecraft
- The proliferation of TV stations (the BBC's channels numbering at least 12)
- The use of credit cards with data stripes
- Biometric identification (voice-print identification on arrival at the space station)
- Electronic darkening of a normally transparent surface
- A computer that can defeat a human being at chess
- Personal in-flight entertainment displays on the backs of seats in commercial aircraft
- Voice recognition/voice controlled computing are seen today in things as simple as telephone systems and video games
(sumber: wikipedia) Hal ini ngingetin gua ama lirik lagunya Jamiroquai: "Future's made of virtual insanity". Bahwa sesuatu yg dianggap mimpi atau mustahil di suatu masa, mungkin benar2 akan terjadi di masa depan. Mungkin di saat cerita "2001: A Space Odyssey" ini ditulis, orang hanya bisa bersikap skeptis. Namun, siapa yang mengira tiga sampai empat dekade setelah cerita itu ditulis, hal tersebut benar2 terjadi? Nah, HG Wells menulis "The Time Machine" di taun 1895. Dalam novel itu, diceritakan bahwa manusia telah menciptakan suatu kendaraan yang dapat membawa dirinya menembus dimensi waktu, kembali ke masa lalu atau melihat apa yang terjadi di masa yang akan datang. Terkait dengan perjalanan menembus waktu, manusia sudah sejak lama mempelajari hal tersebut. Albert Einstein juga telah lama memaparkan Teori Relativitasnya, teori Wormhole yang dipaparkan oleh John Wheeler pada tahun 1957, serta yang paling mutakhir, Stephen Hawking dengan Fisika Kuantumnya. Dimulai dari ide seorang HG Wells mengenai perjalanan menembus dimensi waktu, didukung dengan teori2 fisika yang telah dipelajari dan terus dikembangkan, akankah manusia benar2 bisa kembali ke masa lalu? atau melirik lebih jauh ke depan? kita tunggu saja..
 | Category: | Movies | | Genre: | Classics |
akhirnya kesampean juga nntn niy film.. sebuah karya thrilling yang amat orijinal dari rajanya film-film thriller, oom Alfred Hitchcock..
baru tau gua ternyata Disturbia-nya Shia La Beouf amat terinspirasi film ini.. dua2-nya sama2 menampilkan tokoh utama yg terkondisikan stuck di kamarnya..
Bedanya kalo di Disturbia tuh si Shia La Beouf tuh ga bisa kemana2 gr2 ada sensor dr polisi. Nah kalo di Rear Window ini, si James Stewart stuck gr2 kakiknya abis patah dan digips sepanjang kaki kirinya..
Si tokoh utama, namanya LB Jeffries, yg stuck di kmrnya selama hampir 2 bulan secar ga sengaja menangkap suatu kejadian yg dilakukan tetangganya melalui jendela apartemennya.. Cerita ini jg yg diadaptasi langsung ama Disturbia.. 
| |