Reno's posts with tag: pengalaman

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pengalaman
Blog EntryAda Apa?Jun 20, '08 12:57 PM
for everyone
Dua hari ini saya melakukan dua kecerobohan berturut-turut:
  1. Dompet-Kartu saya tertinggal di kampus kamis malam
  2. Saya meninggalkan kamar saya sedikit terbuka dengan kunci menggantung di luar sepanjang hari jumat
Ada apa dengan saya? Kecerobohan sedang menaungi diriku..



Blog EntrySupermanJun 13, '08 12:23 AM
for everyone
So here I am
growing older all the time
looking older all the time
feeling younger in my mind

And here I am
doing everything I can
holding on to what I am
pretending I'm a superman


Controlling everything in site
I'm feeling weak
I don't feel right
you're telling me
I have to change
telling me to act my age
but if all that I can do
is just sit and watch time go
then I'll have to say good-bye

life's too short to watch it fly
to watch it fly


So here I am
growing older all the time
looking older all the time
feeling younger in my mind

And here I am
doing everything I can
holding on to what I am
pretending I'm a superman

Taken from
Superman
Goldfinger

Released on March 1997
(Hang-Ups)

Blog EntryIronisme Sang Musisi UlungMay 14, '08 4:12 PM
for everyone
Dua puluh dua tahun yang lalu, tahun 1986, seorang remaja tanggung berusia 14 tahun bersama tiga orang teman sekolahnya memutuskan membentuk suatu grup musik. Kala itu, ketika teman-teman seumuran mereka gandrung membawakan musik-musik metal seperti Judas Priest dan Iron Maiden, mereka malah memainkan musik-musik seperti Toto yang lebih ngepop. Seiring dengan jalannya waktu, musik jazz pun mulai dirambah oleh anak-anak muda ini dengan pengaruh musisi luar seperti Chick Corea, Casiopea, ataupun Uzeb.

Dalam waktu yang relatif singkat, mereka menjadi cukup terkenal di kalangan terbatas karena acap kali menjadi juara festival-festival band dan juga menyabet predikat-predikat individual seperti bassis terbaik, keyboardis terbaik, dll. Mereka berharap dapat menjadi seperti Krakatau ataupun Karimata, dua band jazz yang amat kondang ketika itu. Namun, layaknya pemuda dengan pencarian jati diri, rupanya musik jazz hanya persinggahan saja. Mimpi mereka berubah, seiring dengan berkibarnya Slank di pasaran. Mereka kini berusaha menyatukan pop, rock, serta jazz dalam musiknya.

Lima tahun berikutnya, tahun 1991, sepertinya mimpi menjadi musisi profesional mulai tergambar. Bermodal pinjaman uang 10 juta rupiah, mereka membuat demo rekaman. Karena tidak adanya studio yang layak, mereka terpaksa harus ke Jakarta untuk membuat demo.

Tahun 1992, setelah perjuangan mendapatkan label rekaman, akhirnya album pertama mereka siap diluncurkan. Album itu bertitel "Dewa 19". Ya, band itu adalah Dewa 19 atau yang kini bernama DEWA tanpa embel-embel 19. Dan si remaja tanggung itu adalah Andra Junaidi Ramadhan, satu dari dua founding fathers DEWA yang tersisa.

Bersama DEWA, Andra telah menelurkan empat album di periode tahun 1990-an. Pada periode tersebut, Andra memiliki seorang teknisi gitar. Seperti selayaknya job describtion seorang teknisi, ia selalu mendampinginya baik di studio maupun ketika melakukan live performance di atas panggung. Ia mengecek kesiapan gitar-gitar, efek, serta amplifier sebelum semuanya dipakai oleh Andra. Bertahun-tahun menjadi 'tangan ketiga dan keempat' Andra, si teknisi tersebut lebih mendalami teknik bermain gitarnya dari Andra.

Teknisi tersebut bernama Satriyo Yudi Wahono. Nama tersebut memang terdengar asing bagi sebagian besar dari kita. Tapi kalau tahun nama panggilannya, kita semua pasti ngeh. Nama panggilannya adalah Piyu. Ya, teknisi Andra pada periode 1990-an adalah Piyu, think-tank dari Padi.

Saya tertarik menulis tentang Andra Ramadhan setelah melihat konser kolaborasi di Sabuga semalam. Malam itu Andra tampil bersama band sideproject-nya, Andra and the Backbone. Dalam konser malam itu juga tampil Ussy di awal serta Padi sebagai penutup.

Tadi malam, dengan sangat apik, Andra and the Backbone membawakan satu lagu Padi, Sobat. Andra melakukan sedikit aransemen ulang di lagu Sobat, terutama pada bagian gitar solo yang menjadikan lagu itu lebih 'galak'. Sebuah effort yang layak dipuji dari gitaris sekelas Andra ketika memberikan sentuhan baru pada sebuah lagu yang diciptakan oleh band bentukan mantan teknisinya itu.

Yang saya coba soroti adalah saya menangkap adanya sedikit kepongahan dalam diri Piyu ketika Padi seperti 'ogah-ogahan' membawakan lagu Musnah milik Andra and the Backbone. Lagu Musnah dibawakan dengan sangat 'biasa' oleh Padi dengan aransemen yang tidak diubah sama sekali. Ada kesan kecil yang saya tangkap: "Padi kan udah lebih lama dari Andra and the Backbone. Males ah bawain lagu mereka!"

Penampilan yang sebenarnya sangat apik dari Padi malam itu, dengan beberapa lagu di-aransemen ulang serta di-medley, agak tercoreng bagi saya dengan penampilan-setengah-hati Padi membawakan Musnah. Akan jauh lebih baik jika mereka tidak membawakanya sama sekali.

Sangat ironis memang posisi Andra Ramadhan malam itu. Di satu sisi, ia adalah seorang rocker kawakan dengan pengalaman belasan tahun di industri rekaman Indonesia. Namun, di sisi lain, dengan sideproject-nya, Andra memang masih terhitung pendatang baru mengingat baru menelurkan album di tahun 2007. Penempatan Andra tampil sebelum Padi sendiri membuat saya sedikit miris. "Jrit! Ini Andra man! Gurunya Piyu! Tapi malah tampil ngebuka Piyu."

Padahal dengan 'hilang'-nya Pay, mantan gitaris Slank, praktis Andra-lah kini gitaris rock yang paling berpengalaman dan paling eksis dalam industri musik rock Indonesia. Yah, tapi memang mungkin seperti inilah yang dinamakan industri. Sejarah serta pengalaman kerap kali dinafikan oleh hal bernama industri.

Untungnya, pada kolaborasi akhir ketika seluruh personel Padi dan Andra and the Backbone tampil bersama di atas satu panggung, Andra kembali mendapatkan tampuknya. Membawakan satu lagu Jimi Hendrix, penampilan terakhir tersebut menjadi layaknya workshop gitar rock. Andra, Piyu, Tepi, dan Ari secara bergantian melakukan sesi gitar solo. Menurut saya, entah karena subjektivitas seorang yang mengikuti perkembangan Andra, penampilan gitar solo Andra-lah yang paling oke. Dengan porsi gitar solo tambahan di tengah lagu, mengokohkan posisi Andra sebagai gitaris yang paling hebat malam itu.

Blog EntryOne Down...May 12, '08 9:21 AM
for everyone

Finally...

Blog EntryDan Kisah Pun Berlanjut...May 9, '08 8:24 AM
for everyone
Syahdan, hiduplah kembali account ratron saya: radityareno@yahoo.com yang sejak hari rabu sore sepertinya mati suri karena terbajak oleh orang lain. Kisah selengkapnya adalah seperti ini.

Rabu, sekitar jam 4 sore saya masih menggunakan account radityareno@yahoo.com seperti biasa untuk ber-email-an dan juga untuk chatting melalui Yahoo! Messenger. Di saat saya sedang chatting, Y!M saya tiba-tiba signout. Pesan yang tertulis di situ kurang lebih adalah "Y!M harus signout karena saya telah signin di tempat lain". Aneh bin ajaib, wong saya lagi di depan komputer browsing2 saja, dan fasilitas chat di Yahoo! Mail pun tidak aktif. Saya dan berhasil masuk lagi ke reloginY!M. Tapi kejadian signout secara tiba-tiba tersebut terjadi berulang kali. Karena saya rasa hal tersebut sudah mengganggu, akhirnya saya signout saja dan mematikan komputer.

Dua jam berikutnya, saya hidupkan komputer dan mencoba untuk cek ratron dan buka Y!M. Jengjeeeengg! Y!M tak kunjung mau di signin, dan Yahoo! Mail memberikan pesan Invalid ID or Password. Ow ow! Account saya telah dibajak oleh seseorang, itu lah hal yang saya pikirkan pertama kali. Singkat cerita, akhirnya saya membuat account baru raditya.reno@yahoo.com

Saya lalu berkonsultasi dengan beberapa teman lewat Y!M menggunakan account baru saya. Salah satunya adalah saya ngobrolin hal ini ke Apri, mantan admin komputer HMP. Dia sempat menyarankan menggunakan fasilitas Forget My Password. Sebenarnya hal itu lah yang pertama kali saya lakukan sebelum akhirnya curhat sana sini ke teman-teman. Dan memang tidak berhasil. Saya iseng dengan sedikita nada bercanda bertanya ke dia, "Ada perwakilan Yahoo! ga ya di Bandung?" Apri kemudian memberi saran, "Coba aja buka yahoo.co.id dan cari kontak yang bisa dihubungi".

Wow! Benar juga ya, pikir saya. Lagian pasti ga ada ruginya coba kontak ke pihak Yahoo!-nya. Lalu saya buka yahoo.co.id dan mencari-cari kontak yang bisa saya hubungi. Ternyata, satu fakta baru yang saya temui, kantor perwakilan Yahoo! yang paling dekat adalah di Singapura. Ada satu alamat ratron (sg-sales@yahoo-inc.com) yang akhirnya saya hubungi untuk berkonsultasi tentang masalah saya ini.

Pertama kali saya kontak ke alamat tersebut sekitar jam 9 malam di hari rabu. Saya ceritakan kejadian yang saya alami dengan account ratron saya. Datanglah balasan dari pihak Yahoo! Singapore yang menyatakan bahwa mereka tidak dapat membantu karena saya terdaftar di accountYahoo! US.Kemudian pihak Yahoo! Singapore memberikan alamat ratron Yahoo! US (my-login-support@cc.yahoo-inc.com) yang dapat membantu masalah saya ini.

Akhirnya saya forward lah ratron yg sebelumnya saya alamatkan ke tersebut ke alamat yang tadi diberikan. Saya melakukan balas-balasan ratron dengan pihak  Yahoo! SingaporeCustomer Care Yahoo! US sebanyak empat kali sepanjang hari kamis dan jumat pagi. Akhirnya tadi siang sebelum waktu Shalat Jumat saya menerima ratron dr yang isinya bahwa CC Yahoo! USpassword lama dr account lama saya telah di-reset dan diberikan baru. Ah! Senangnya! Langsung saya coba masukkan passwordpassword yang diberikan pihak CC Yahoo! US dan membuat password baru untuk account ratron saya. Dan berhasil! Akhirnya, hiduplah kembali account ratron saya: radityareno@yahoo.com yang sejak hari rabu sore.

Berikut adalah pihak-pihak yang sangat membantu dalam menyelesaikan masalah account saya yang sedikit-banyak membuat pusing dan panik. I, hereby, humbly, would like to say thank you to these persons:
  • Cara dari Yahoo! Singapore
  • Praky dari Yahoo! US
  • Ricky dari Yahoo! US
  • Shane dari Yahoo! US
  • Sally dari Yahoo! US

Jadi, sehabis dari show Mocca Road to Campus di GSG Marnath (bersama Raka, Dinar, Fera, Sasky, dan Tika), saya nyeletuk, "Unpar Kita?" Awalnya Raka ragu, takut udah keabisan ERK dan sepertinya dia juga ragu karena jam 3 pagi harus berangkat ke Jakarta atas undangan Presiden SBY.

Tapi, sewaktu di parkiran sambil mengantar Fera ke mobilnya, Raka malah melantunkan lagu "Cinta Melulu" dan ditimpali oleh Fera dan Dinar. Lalu saya bilang ke mereka, "Yah, dia nantang sih.. Hayu atuh kita ke Unpar!" Mendadak kami (tinggal bertiga bersama Dinar dan Raka saja, yang lain pulang..) jadi bersemangat deh nonton ERK di GSG Unpar.

Ternyata keputusan ke Unpar tidak saya sesali sedikit pun. Penampilan ERK sangat magical (berlebihan ya?). Dibandingkan ketika saya lihat ERK tanggal 26 April di Eldorado, penampilan semalam lebih memuaskan.

Berikut adalah sepuluh alasan kenapa show ERK tadi malam di GSG Unpar lebih memuaskan dibanding ketika di Eldorado (tanpa urutan prioritas):

  1. Jumlah lagu yang dibawakan lebih banyak (tadi malam 9 lagu, Eldorado 8 lagu)
  2. Lagu "Cinta Melulu" dan "Belanja Terus Sampai Mati (BTSM)" dinyanyikan tadi malam
  3. Crowd yang relatif lebih sedikit, jadi lebih dekat rasanya
  4. ERK lebih hangat kepada penonton ketimbang waktu di Eldorado (mungkin faktor crowd yg lebih sedikit)
  5. Cholil tidak mengalami masalah jack gitar yang mengakibatkannya lupa lirik di lagu "Di Udara" pada pemungkas acara
  6. Acara yang jauh lebih murah. Di Eldorado saya bayar Rp100.000 (dpt band yang lebih banyak sih). Tadi malam di GSG Unpar, gratis bradr!
  7. Cholil membagikan sticker ERK dan alhamdulillah saya mendapatkannya
  8. Saya berkesempatan untuk ngobrol sedikit dgn Cholil yang ternyata sangat ramah
  9. Aksesibilitas lebih tinggi. Bandingkan mengakses GSG Unpar dr Tubagus Ismail dengan mengakses Eldorado yang adanya masih di atas Terminal Ledeng
  10. Overall, performa ERK semalam lebih pol-polan ketimbang ketika di Eldorado


Blog EntryBagaimana Kalo Ternyata..May 7, '08 10:20 AM
for everyone
Sepertinya account Yahoo saya ada yg membajak..
Pokoknya sekarang account radityareno@yahoo.com tidak bs lagi saya akses..
Udah coba "forget my password" tp tetap saja tidak bisa..
Makanya sekarang saya membuat account baru: raditya.reno@yahoo.com
Berjuta perasaan bercampur aduk saat ini..

Bagaimana kalo ternyata account itu ada yang menyalahgunakan?
Bagaimana kalo ternyata saya masih meninggalkan berkas penting di dlm inbox ratron (surat elektronik) saya?
Bagaimana kalo ternyata account saya dibekukan karena berulang kali tuker2an lagu dengan teman2 lewat ratron?
Bagaimana kalo ternyata nanti saya ditangkap polisi karena terlibat kejahatan intelektual terkait dengan HAKI?

Duh! Ada yg pernah mengalami kasus seperti ini?
Help needed!!!

Blog EntryIn 1997 the Bullet was ShyMay 4, '08 1:02 PM
for everyone
Senyum menyungging di sudut bibir 'Karolina'
Sebuah 'Senyum dari Selatan' nun jauh di sana
Senyum nan memerikan sketsa yang tergoreskan dalam kisahnya
Sketsa yang indah, kisah yang bahagia, namun hanya baginya

'Ernestito' kian tersudut
Hanya bisa 'Merintih Perih' dalam sendiri
Rintihan pilu yang membuat sendu
Laksana '400 Elegi' yang senantiasa bertutur

Kala itu tepat jam 'Setengah Lima'
Senandung 'Come By Sanjurou' mulai mengalun
Ernestito menjadi 'Layu' dibuainya

Pudar, harapan kini telah pupus
Sikap 'Apatis Ria' dan penuh skeptisme
Fana sudah 'Essensimo' dalam hidup
Inilah akhir bagi Ernestito

Tidak!
Seorang 'Vrijeman', dengan pikir serta ujar yang bebas
Tak gentar dikungkung oleh pragmatisme dan ilusi
Ernestito memilih terus melaju
Melangkah di tengah 'Bogor Biru'



nb: sedang keracunan Ports of Lima (Hati-hati! Gunakan sesuai dosis. Memiliki efek candu bagi sebagian orang)

Blog EntryMandulApr 24, '08 6:29 AM
for everyone
Lagi mandul
Impoten
Mati ide

Beberapa postingan terakhir cuma kutipan, lirik dan foto
Satu-satunya kreativitas cuma permainan kata:
"Selamat Hari Bumi: Selamatkah Bumi?"

Pengen nulis tapi...

Mati ide
Impoten
Lagi mandul


Photo AlbumBerdua Lebih Baik (babak narsis) (13 photos)Apr 24, '08 1:38 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
the series continued..

Photo AlbumBerdua Lebih Baik (babak pertama) (15 photos)Apr 18, '08 1:43 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
sadar ga kalo di koleksi foto kita semua bnyk foto yg isinya tuh dua orang..

Photo AlbumFoto-foto hasil scan (10 photos)Apr 16, '08 10:40 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntryMy Very Own Ultimate QuestionsApr 15, '08 12:55 PM
for everyone
Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond?
And what laid before?
Is anything certain in life?

They say, life is too short,
The here and the now
And you're only given one shot
But could there be more?
Have I lived before?
Or could this be all that we've got?

Taken from
The Spirit Carries On
Dream Theater

Released on October 1999
(Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory)


Blog EntryMencariApr 4, '08 12:56 AM
for everyone
menyapa
tiada tanggap
sekali lagi
tetap sama
sekali lagi
sirna sudah

ia mulai menafikan
beribu tanya tak terjawab
berjuta harap kosong
satu bagian itu tak lagi berpenghuni

toh aku tetap di sini
begitu pikirnya
ada ternyata tanpa guna
tak ada berarti tak apa

(untuk dia yang memilih skeptis)

Blog EntryFlawedMar 26, '08 12:49 PM
for everyone
In the brink of this period
Trying not fall into the depth of time
Not to seek something couldn't be found

The strings are no longer echoing
No more amplified sounds here
Essence-less soul, a self without awareness
Yeah, it's me shouting now
Just like Mick Jones sang
Should I Stay or Should I Go



Blog EntryCerita Sepeda MotorMar 23, '08 3:02 AM
for everyone

Sabtu kemarin saya hendak pergi ke acara farewell-nya Puri, seorang teman lama yang tinggal di daerah Meruya. Kebetulan, di rumah lagi ga ada mobil yg bisa diberdayakan untuk menemani saya menuju rumah Puri. Padahal seringnya, tiap jalan-jalan ama temen2 Unpad, Supir Mode: ON. Jadi aja sumber daya yang tersedia saja ketika itu harus benar-benar dimanfaatkan: sebuah Honda Tiger. Oya, FYI, rumah saya tuh adanya di daerah Bekasi. Gila! Bekasi-Meruya?! Ada ya orang yg niat melakukan perjalanan sejauh itu naik motor?! Ya ada! Buktinya saya, Gina, dan Jodi seniat itu, demi menghadiri acara teman baik kami yg minggu depan berangkat ke DC itu.

Tapi untungnya perjalanan nan jauh menggunakan sepeda motor itu tidak jadi terlaksana. Puri cukup pengertian, dia memberikan fasilitas penjemputan dengan memanfaatkan adiknya, si Hangga. Tapi, penjemputan tidak dilakukan di markas kami para orang Bekasi, tapi di daerah yg rada-rada tengah: Hotel Atlet Senayan (emang udah sejak dulu Hotel Atlet selalu jadi meeting point kami).

Jadilah perjalanan menggunakan sepeda motor hanya dilakukan dari Bekasi ke Senayan. Hanya? Ternyata lumayan jg tuh Bekasi-Senayan naik motor. Yang bikin rada cape adalah saya harus mengimbangi  Jodi yang bawa skuter Vespa-nya yg kalo saya perhatiin ga pernah jalan lebih dari 60km/jam. Nah, pegel bener kan jadinya. Bayangkan, ada Tiger baru tp cm jalan di bawah 60km/jam! Dan itu tuh di jalanan Jakarta yang relatif masih sepi secara msh tersedot long weekend di daerah penghuninya. Pemandangan yang aneh.

Oke lah, skip the intro. Jadi saya ingin menceritakan kejadian-kejadian yang terjadi dalam perjalanan rumah saya menuju Hotel Atlet sambil menunggangi Honda Tiger baru. Jadi perjalanan sore itu adalah pertama kalinya Saya melakukan perjalanan di atas 20km menggunakan motor kopling.

Di Bandung saya pakai Karisma 125 (saya dan teman-teman memanggilnya Isma, tp tidak ada kaitannya dengan Ishma Fatimah) tercinta yang sudah sangat melekat dengan saya. Sejak 2004, Si Isma sudah menemani setidaknya 27000km keliling-keliling Kota Bandung dan sekitarnya (termasuk salah satu yang paling dikenang adalah tengah malam menemani ke UGD Imannuel dengan step miring, stang bengkok, dan bibir pecah). Jadi, saya sudah sangat hafal bagaimana perilaku Isma dan tau benar gmn cara menjinakkannya.

Lain halnya dengan kejadian sabtu sore kemarin. Saya merasa masih sangat canggung dengan Honda Tiger baru si Papi. Sebelumnya sudah pernah memang, tp sebenernya itu jg cuma perjalanan pendek, beli martabak lah, atau apalah deket2 rumah. Untuk perjalanan yang cukup jauh, sore itulah pertama kalinya.

Di tengah perjalanan saya temui beberapa fakta. Pertama, ketika itu setelan gas Tiger ternyata terlalu rendah. Jadi di tengah perjalanan terutama ketika harus mendadak terhenti karena lampu merah atau angkot yang berhenti di depan secara tidak terduga, mesin motor tidak sengaja mati karena setelan gasnya rendah banget. Ah! Gampang lah pikir saya, ntar tinggal dinaikin putaran mesinnya biar jalan lebih enak.

Fakta lainnya adalah ternyata saya masih kurang nyaman membawa Tiger itu di jalanan sore kemarin. Begitu banyak hal baru yang harus dimaklumi dalam perjalanan saya sore itu. Perilaku pengguna jalan Jakarta adalah salah satunya. Terbiasa dengan perilaku pengendara di Bandung yang lebih beradab, saya sedikit gugup berada di jalanan Jakarta dengan pengendara yang ternyata lebih tidak jinak dan amat sangat terburu.

Lalu, saya akhirnya mengalami apa yang santer diberitakan media sejak minggu2 lalu: Jalan rusak di Jakarta. Benar ternyata, jalan bolong di mana-mana. Dan benar juga kalau kurang ati2, sungguh berbahaya terutama bagi para motoristas. Alhasil, laju harus diperlambat dengan lebih banyak memperhatikan kondisi jalan.

Hal lainnya yaitu saya masih belum bisa menemukan keseimbangan yang paling enak dalam menggunakan Tiger baru ini. Lain halnya dengan Isma yang sudah saya tau luar dalam, lagi lagi banyak hal yang harus dimaklumi saat saya menggunakan Tiger ini.

Satu hal yang saya pelajari dari perjalanan sore itu bahwa yang terpenting adalah PROSES PEMAKLUMAN DAN ADAPTASI. Saya mungkin sudah sangat nyaman dengan motor saya si Isma yang di Bandung dan saya juga sudah sangat terbiasa dengan jalanan Bandung beserta pengendara dan perilakunya masing-masing. Menggunakan motor baru untuk pertama kali dengan lingkungan serta medan yang baru pula tentu sedikit banyak mengintimidasi Saya dalam perjalanan itu.

Namun, beruntung saya diberkahi hati serta pikiran. Saya merasa perbedaan-perbedaan yang saya temui antara perjalanan menggunakan motor di Bandung dengan di Jakarta masih dapat dimaklumi. Dan tentunya saya sebagai makhluk yang diberikan pikiran oleh Sang Khalik masih bisa melakukan berbagai kerekayasaan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan tersebut.

Mengubah setelan putaran mesin, membiasakan diri dengan perilaku pengendara serta lebih berhati-hati menghadapi jalan yang rusak merupakan beberapa hal yang dapat saya lakukan dalam memaklumi perbedaan kebiasaan. Saya tentu tidak akan bisa memaksakan kebiasaan serta cara lama dengan si Isma di Bandung dengan Tiger di Jakarta. Wong motornya aja udah beda, lingkungan udah beda, medan tempuh pun berbeda. Masa mau dipaksakan untuk sama?

Ketidaknyamanan, kecanggungan, serta konflik diri merupakan beberapa hal yang pasti timbul dalam situasi seperti itu. Namun, bukan berarti saya harus berontak dan keluar dari sistem yang baru itu. Keluhan, komplain, serta keputusasaan tidak akan berhasil mengantarkan saya dari Bekasi ke Senayan. Betul?

Bukankah menjalani kehidupan ini tidak beda halnya dengan perjalanan saya sore itu? Memiliki teman baru, pacar baru, keluarga baru, lingkungan baru, pekerjaan baru menantang saya untuk melakukan yang tadi saya sebut sebagai PROSES PEMAKLUMAN DAN ADAPTASI. Orang lain mungkin tidak akan bisa berpikir, berujar, serta bertindak seperti yang saya mau dan bahkan bertentangan dengan apa yang biasa saya lakukan. Namun, apakah berarti saya langsung berontak? Mencoba mengubah orang di sekitar saya? Atau malahan saya langsung kabur keluar dari sistem? Sungguh tidak bijak bila saya melakukan itu.

Benar halnya kata Haruki Murakami dalam novelnya yang berjudul Norwegian Wood melalui seorang tokohnya Nagasawa. Ketika itu, Nagasawa berkata bahwa dia hanya ingin menjajal kemampuannya di dunia yang luas ini. Menanggapi hal tersebut bertanyalah Watanabe, “Jadi tidak ada juga apa yang disebut idealisme?”

“Tentu saja tidak,” jawab Nagasawa. “Dalam hidup tidak perlu hal seperti itu. Yang diperlukan bukan idealisme melainkan etika dalam bertingkah-laku.”

Setuju sekali saya dengan Haruki Murakami bahwa bukan idealisme yang dibutuhkan. Fleksibilitas yang dibahasakan sebagai etika dalam bertingkah-laku merupakan rahasia umum dalam menyiasati perbedaan dan perubahan yang terjadi dalam hidup.

Pernah seorang bijak bilang bahwa “satu hal yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri”. Suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman, perubahan pasti terjadi. Menyikapi perubahan tersebutlah yang akan menunjukkan derajat kedewasaan saya.

Ya! Adaptasi, kompromi, pemakluman, serta fleksibilitas merupakan jurus-jurus ampuh yang harus terus saya asah dalam menjalani kehidupan ini. Karena tidak selamanya segala sesuatu berjalan seperti yang saya mau. Dan tentunya tidak selamanya pula yang saya mau adalah yang benar-benar saya butuhkan. Belajar belajar serta belajar. Life is 'bout learning, dude!!!


(Maafkan kalau berantakan, nampak masih banyak perlu penyuntingan. Soalnya langsung nulis aja yang ada di pikiran)


Blog Entrym a t i i d eMar 16, '08 3:11 AM
for everyone
Lidahku kelu, jemari pun kaku

Tak ada gagas sanggup tertuang

m  a  t  i     i  d  e

kosong

k    o    s    o    n    g

Ya Tuhan, lapangkanlah buah pikirku

Blog EntrySiliwangi BergoyangMar 9, '08 1:41 PM
for everyone
Jantung keras berdegup

Panggung kokoh berdiri

Lighting terang berkilau

Distorsi garang meraung

Vokal lantang melengking

Adrenalin kencang terpacu

Lumpur lekat bercampur

Siliwangi hangat bergoyang

Heavy metal belum akan mati


Blog EntryShout It Out Loud!!!Mar 9, '08 5:20 AM
for everyone
She looks like the real thing
She tastes like the real thing
My fake plastic love

But I can't help the feeling
I could blow through the ceiling
If I just turn and run

And it wears me out, it wears me out

And if I could be who you wanted
If I could be who you wanted
All the time, all the time

Taken from
Fake Plastic Trees
radiohead

Released on March 1995

(The Bends & Fake Plastic Trees single)

Blog EntryLelah Terkikis WaktuMar 5, '08 1:00 AM
for everyone
Gundah
Kecewa
Sedih

Ibarat Kuil Parthenon yang akhirnya runtuh
Fakta menganga, sejarah tak lagi berpihak
Pujaan hatiku harus tersingkir, tersungkur di awal

Pilar-pilar itu kian lelah terkikis waktu nan tanpa ampun
Parthenon-ku tak lagi berdiri pada pondasi yang kokoh
Wahai Sang Berlusconi, datangkan orang-orang muda untuk merestorasi

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help